oleh

Konservasi Cagar Alam Hutan Way Haru Terancam

radarlampung.co.id – Pembukaan 30 hektare tambak di Desa Enclave Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung menjadi masalah bagi lingkungan hidup. Pasalnya, tambak itu berdekatan dengan kawasan konservasi hutan dan cagar alam laut. Hal ini menjadi kekhawatiran adanya perubahan area menimbulkan dampak signifikan terhadap kelestarian kawasan hutan dan cagar alam laut disekitarnya.

“Setelah dilakukan penyidikan oleh Polda Lampung terungkap bahwa perusahaan tidak memiliki izin lingkungan untuk membuka tambak karena belum ada Amdal dan diduga bertentangan dengan tata ruang Pemda” ungkap Willyam dari Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Lampung, Jumat (27/4).

Willyam menambahkan pembukaan tambak ditemukan oleh patroli TWNC yang selanjutnya dilaporkan kepada Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) dan kemudian laporan tersebut dilaporkan oleh BBTNBBS kepada Polda Lampung.

Pelebaran jalan dari way heru dan way heni yang merusak cagar alam. Foto TWNC for radarlampung.co.id
Pelebaran jalan dari way heru dan way heni yang merusak cagar alam. Foto TWNC for radarlampung.co.id

“Hasil temuan di lapangan terdapa taktivitas ilegal di bagian utara kawasan kolaborasi diantaranya seperti jerat, bekascacaran, kebun dalam kawasan dan camp pemburu yang masih aktif. Pada camp yang ditinggalkan oleh pemburu ditemukan alat komunikasi dan barang bukti foto pemburu,” ungkapnya.

Baca :   UJIAN BERBASIS ONLINE

Data patroli terakhir menyebutkan banyak jerat aktif yang ditemukan di wilayah utara TNBBS-TWNC terutama disekitar Desa Enclave Way Haru. Sebagian besar jerat yang ditemukan bias digunakan untuk menangkap satwa langka seperti rusa, harimau, dan badak.

Penelusuran tim patrol sampai ke Desa Enclave Way Haru yang berada di kawasan taman nasional. Tim menemukan pembukaan dan pelebaran jalan antara Way Haru–Way Heni.  Jalan yang diperuntukkan sebagai jalur patrol diubah menjadi jalan lintas permanen.

“Jalan ini kemudian digunakan sebagai jalur mobilisasi alat berat kegiatan tambak di Way Haru. Patroli bersama TNBBS menemukan aktivitas ilegal di sepanjang jalan itu sepeti gubuk, jalur ilegal, dan perambahan kawasan,” terangnya.

Mulainya aktivitas pembukaan tambak seiring dengan peningkatan temuan aktivitas illegal dalam kawasan. Hal ini tidak menutup kemungkinan semakin rapi dan terorganisirnya kegiatan perburuan satwa dalam kawasan. Tidak hanya satwa besar yang menjadi target melainkan berbagai jenis burung juga menjadi target mereka.

Baca :   SMART SCHOOL

“Temuan ini mengindikasikan semakin banyak orang–orang yang bebas keluar masuk kawasan konservasi.  Jika dibiarkan, berakibat penurunan populasi satwa terutama satwa langka di dalam kawasan,” ujar William.

Bersamaan dengan ini kami kembali mempertanyakan semangat pemerintah, khususnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan untuk menjaga lingkungan dan memerangi perusakan lingkungan

“Dalam konkretnya komitmen Pemerintah lndonesia dalam COP 21 di Paris, Perancis dan dipertegaskan kembali di COP 22 di Bond, Jerman. Dengan kejadian ini maka nampaknya komitmen tersebut hanya sebatas ucapan dan retorika belaka karena kenyataan tidak sama dengan harapan atau janji dan lemahnya tindakan terhadap orang-orang yang melakukan pengerusakan lingkungan,” pungkasnya. (rls/ang)



Komentar

Rekomendasi