oleh

Perahu Pemancing Terbalik, Satu Selamat Dua Hilang

radarlampung.co.id – Sebuah kapal motor getek (perahu bermesin) yang disewa tiga pemancing terbalik di Tiyuh Gunungkatun, Kecamatan Tuba Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Rabu (2/5) malam. Satu korban selamat, dua korban lainnya belum ditemukan.

Sementara korban selamat adalah Solihin (44) warga Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Kecamatan Tuba Udik, Tubaba.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (2/5) di Kali Way Rarem, (Kali Tulangbawang) sekitar satu Km dari Tiyuh Gunung Katun Malai, Tubaba.

Namun, dua korban belum ditemukan yakni Farid (35) warga Panaragan Jaya, Kecamatan Tuba Tengah, Tubaba dan Nori, Warga Panaragan Jaya Indah, Kecamatan Tuba Tengah, Tubaba. Sedangkan seluruh peralatan milik para korban berhasil dievakuasi dari lokasi.

Berdasarkan keterangan korban selamat, Solihin (44), ketiganya berangkat kemarin dari rumahnya sekitar pukul 11.57 WIB menuju kali tempat memancing. Namun sebelum berangkat memancing, ketiganya terlebih dahulu melaksanakan salat di Masjid Babun Naim.

Usai salat, mereka langsung berangkat dengan menyewa kapal motor milik Paridi (50) warga Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Tubaba dengan harga Rp100 ribu per hari.

“Sekitar pukul 15.15 WIB, kami pulang lantaran belum salat asar. Kami salat di gubuk Pak Stan Agung,” katanya kepada radarlampung.co.id, Kamis (3/5) dinihari.

Usai salat, ketiganya langsung makan karena pada saat berangkat memang membawa nasi dan sambal. “Kami bakar ikan hasil kami memancing, setelah itu kami berniat pulang dan dalam perjalanan kembali memancing,” jelas Solihin di rumahnya.

Sekitar oukul 20.00 WIB malam, ketiganya berniat pulang dengan formasi Farid di bagian depan, Solihin di tengah, dan Nori memegang kemudi mesin.

“Saya sudah bilang ke Nori, kita lewat pinggir kali saja, karena situasi malam hari. Namun Nori mengatakan bahwa lebih baik lewat tengah kali agar kapal motor tidak menabrak tunggul atau semak-semak,” papar Solihin.

Naasnya, ketika menjelang mendekat kampung, ternyata kapal sudah berisi air. Sehingga ia pun yang duduk di bagian tengah melihat bahwa kapal telah penuh dengan air.

“Pak Ustad Farid ngomong matiin mesin-matiin mesin, pas saya lihat sudah banyak air,” tuturnya lagi.

Saat itu juga ketiganya melompat dari kapal. Solihin dan Nori berenang ke arah tebing kanan, sedangkan Ustad Farid berenang ke arah tepi kiri atau seberang kampung.

“Saya bisa selamat karena ada dua ranting, saya pegang dan naik berpijak di atas kayu dan badan saya masih setengah badan di dalam air. Sedangkan dua orang masih hilang,” tutupnya. (fei/gus)

Komentar

Rekomendasi