oleh

Wabup Pringsewu Sampaikan Bimtek Pengelolaan Dana Desa

radarlampung.co.id – Penerapan padat karya tunai dana desa yang dikelola di Kabupaten Pringsewu, menjadi materi yang disampaikan Wakil Bupati Pringsewu H Fauz pada bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Desa di Batam, Kepulauan Riau.

Bimtek diberikan kepada Aparatur Pengelola Dana Desa. Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan fasilitasi penggunaan dana desa untuk kegiatan pembangunan desa paling sedikit 30 persen wajib digunakan, yaitu untuk membayar upah masyarakat dalam rangka menciptakan lapangan kerja di desa.

“Artinya berdasarkan diktum tersebut, kita hanya wajib menfasilitasi dana yang bersumber dari Dana Desa untuk upah paling sedikit 30 persen,” ungkap Fauzi di dampingi  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Malian Ayub.

Baca :   HUT Pringsewu Di Antara Wabah Corona, Semoga Menjadi Semangat Pemersatu

Dan, sebelum melaksanakan program tersebut ada baiknya memahami sistem metode perhitungan Harian Orang Kerja (HOK-nya).

Lanjut Fauzi, ketentuan perhitungan Harian Orang Kerja yakni, jumlah 30 persen untuk pembayaran HOK dihitung dari jumlah Dana Desa yang digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan Desa.

“Lalu jumlah 30 persen untuk pembayaran HOK mencakup pembayaran tenaga kerja untuk mengangkut bahan material untuk bangunan, penyiapan lokasi bangunan, dan pelaksanaan kegiatan pembangunan,” jelas Fauzi.

Selanjutnya jumlah tenaga kerja mencakup tenaga kerja ahli, pembantu tenaga kerja ahli serta tenaga masyarakat Desa setempat yang ditetapkan sebagai sasaran Padat Karya Tunai di Desa.

Baca :   HUT Pringsewu Di Antara Wabah Corona, Semoga Menjadi Semangat Pemersatu

“Besaran upah tenaga kerja dihitung berdasarkan batas bawah dan batas atas upah tenaga kerja yang ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah Desa,”ungkapnya.

Untuk acuannya di katakan Fauzi yalni peraturan bupati/wali kota tentang besaran upah tenaga kerja HOK. Dikatakannya tujuan program padat karya itu adalah pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan daya beli  kaum Marjinal / Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam hal kebutuhan dasar mereka.

“Kumpulkan data RTM dan mulailah mendata,” pesan wabup Pringsewu H.Fauzi. (sag/ynk)

Komentar

Rekomendasi