Lampung Raya Tiga Pasang Muda-mudi Ini Terjaring Operasi Pekat Satpol-PP Tuba

Tiga Pasang Muda-mudi Ini Terjaring Operasi Pekat Satpol-PP Tuba

Salah satu pasangan muda-mudi yang terjaring operasi pekat Satpol-PP Tuba, Rabu (16/5). Foto Zaenal Arifin/radarlampung.co.
Salah satu pasangan muda-mudi yang terjaring operasi pekat Satpol-PP Tuba, Rabu (16/5). Foto Zaenal Arifin/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Memasuki bulan suci Ramadan 1439 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang melalui satuan polisi pamong praja menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di kawasan Unit II, Kecamatan Banjaragung, Selasa malam (15/5) hingga Rabu dinihari (16/5).

Pemkab Tulangbawang melalui Satuan Polisi Pamong Praja bersama Diskominfo, dan anggota Polres setempat menggelar razia dilokasi yang rawan praktik prostitusi dan lokasi tempat hiburan, seperti tempat karaoke, lokasi hotel dan losmen losmen yang ada di Unit II.

Kasatpol PP Tulangbawang, Halik Syahril didampingi kabid penegak perundang undangan mengatakan, operasi penyakit masyarakat ini dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Operasi ini sengaja digencarkan guna menindaklanjuti perintah ibu Bupati nomor 300/61/331.1-V/TB/V/2018 dalam melaksanakan tugas operasi menjelang bulan suci Ramadan, agar nantinya tidak terlihat lagi pemandangan seperti ini,” katanya saat ditemui di markas Satpol-PP Tulangbawang.

Halik Syahril menerangkan, dari hasil penyisiran, anggotanya berhasil mengamankan tiga orang pasangan dewasa yang bukan suami istri di hotel dan empat orang pemandu lagu karaoke. “Ada juga satu pasang suami isteri. Mereka bisa menunjukan surat nikah. Tetapi setelah di cek, berbeda dengan alamat KTP mereka,” terangnya.

Masing-masing pasangan yang tengah mabuk asmara itu, langsung diangkat dan di BAP ditempat itu langsung. Guna untuk dilakukan introgasi.

Dijelaskannya, masing-masing pasangan yang terjaring razia itu dilakukan pembinaan serta pendataan. “Kami BAP langsung, untuk membuat surat pernyataan. Jika dikemudian hari mengulangi lagi, akan kami serahkan ke pihak berwajib,” jelas Kasatpol PP.

Sementara itu, untuk dapat meninggalkan tempat tersebut, mereka harus dijemput oleh orang tuanya masing-masing.

“Kami lakukan pembinaan dan pendataan, serta harus di jemput orang tua,” paparnya.

Menurutnya, operasi yang sama akan dilanjutkan di bulan suci Ramadan. Operasi ini sekaligus guna memelihara keamanan, ketentraman, kedamaian serta kekhusukan umat muslim saat beribadah di bulan suci ramadhan. (nal/ang)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini