oleh

BNNP Masih Telusuri CCTV Lapas Kelas II Kalianda yang Dihapus

radarlampung.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung hingga saat ini, masih melakukan penelusuran terhadap CCTV yang terpasang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kalianda, Lampung Selatan.

Plt. Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, Richard PL Tobing mengungkapkan, rekaman CCTV yang terpasang dibagian Lapas Kalianda hilang, pasca penangkapan terhadap tersangka petugas sipir Lapas Kalianda Rechal Oksa Hariz, yang terlibat jaringan narkoba didalam Lapas.

“Waktu penangkapan terhadap tersangka Rechal Oksa Hariz, pukul 11.44 WIB, tapi waktu kami cek pukul 12.30 WIB rekaman CCTV dalam Lapas itu sudah di format,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri pemusnahan barang bukti di Kejari Bandarlampung, Kamis, (17/5).

Richard mengatakan, bahwa untuk melakukan pengecekan CCTV tersebut berada diruangan Kalapas. Jadi, tidak ada yang bisa masuk terkecuali Kalapas sendiri.

“Katanya ruang Kalapas itu terkunci tapi kok bisa ada yang masuk tanpa izin dari Kalapas. Jadi dari hasil pemeriksaan komandan jaga yaitu Rechal yang sudah ditetapkan tersangka tahu bagaimana masuk kedalam ruangan Kalapas ini,” terangnya.

Setelah masuk kedalam ruangan Kalapas tersebut, lanjut Richard, dia mengajak dua orang tahanan yang mengerti tentang mengoprasikan CCTV. “Lalu sama mereka ini diduga di format. Bahkan rekorder yang kami bawa itu baut-bautnya sudah tebuka dan hardisnya itu kaya nya bukan hardis bawaannya,” jelasnya.

Namun, terkait dua orang tahanan yang diduga menghapus rekaman CCTV itu, tidak dilakukan pemeriksaan. “Kalau napi tidak kami periksa, kami cukup periksa dari tersangka sipir ini. Karena, dia yang punya perintah. Meski begitu tidak menjadi kendala buat kami, sebab kami masih punya banyak alat bukti lain,” terangnya.

Dia menambahkan, menurut pengakuan mereka itu, dari pukul 17.00 wib, kunci Lapas sudah tersimpan jadi tidak boleh lagi ada kunjungan atau yang memberikan makanan kepada para tahanan.

“Tapi aneh saja pukul 02.00 WIB dinihari ada barang, kemudian sekitar pukul 04.00 WIB ada barang keluar lagi,” pungkasnya. (ndi/ang)



Komentar

Rekomendasi