oleh

BNNP: Peredaran Narkotika di Lapas Diatur Secara Terorganisir

radarlampung.co.id – Peredaran narkoba didalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) bukan sebuah cerita karangan. Tapi, inilah faktanya ada sebuah kejahatan yang diatur secara terorganisir di dalam Lapas. Hal itu diungkapkan Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga.

“Apa yang disampaikan oleh kepala BNN Pusat Komjen Pol Heru Winarko ketika kunjungannya ke Lampung, bahwa jaringan narkoba didalam diatur secara terorganisir dan dikendalikan narapidana,” ujarnya, Kamis, (23/5).

Tagam mengungkapkan, Kalapas non aktif Muchlis Adjie mengenal tersangka Marzuli yang kebetulan dikenalkan oleh istri dari Kalapas Kalianda sebelumnya.

“Jadi istri Kalapas sebelumnya bertemu dengan tersangka Kalapas untuk menitipkan Marzuli ke tersangka. Setelah saling mengenal baru mereka mulai berkomunikasi,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Tagam, Muchlis telah tiga kali menerima kiriman sejumlah uang dari Marzuli. Namun, terkait nominalnya, Tagam belum dapat menjelaskan.

“Pokoknya tiga kali terima dana, kalau nominalnya nantilah, kita lihat mutasi rekeningnya. Jadi ada kebutuhan lain didalam Lapas Marzuli yang bertanggungjawab baik kegiatan ulang tahun atau yang lainnya. Padahal mereka sudah tahu Marzuli ini napi kasus narkoba yang di vonis delapan tahun,” ungkapnya.

Pasal yang dikenakan terhadap tersangka yaitu pasal 114 Jo dan 132 Jo tentang narkotika, sedangkan terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU) masih didalami.”Hasil pemeriksaan masih menunggu dari PPATK. Tapi, hari ini kami lakukan penahanan selama 20 hari, kalau 20 hari tidak selesai kami perpanjang lagi,” urainya. (ndi/ang)



Komentar

Rekomendasi