oleh

Wah, Ternyata Kalapas Nonaktif Sering Izinkan Wanita Penghibur Masuk Lapas

radarlampung.co.id – Kalapas Kelas II A Kalianda Nonaktif Muchlis Adjie ternyata kerap kali saling menjalin komunikasi melalui sambungan telpon dengan tersangka Marzuli yang merupakan narapidana (napi) yang divonis delapan tahun penjara.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Brigjen Tagam Sinaga, pasalnya apa yang disampaikan penyidik bahwa di Lapas Kalianda masih menggunakan handphone itu benar adanya.

“Bahkan Kalapas langsung bisa berbicara dengan narapidana pakai handphone. Jadi bisa dikroscek dengan yang bersangkutan,” ujarnya di kantor BNNP Lampung, Kamis, (24/5).

Menurutnya, tersangka pun mengetahui bahwa Marzuli bebas memasuki barang haram tersebut kedalam Lapas.

“Bukan hanya barang saja, bahkan Marzuli ini bebas membawa masuk wanita kedalam Lapas tanpa pemeriksaan, kami juga mengamankan wanita bernisial L tersebut, tapi perannya masih kami dalami,” terangnya.

Masih kata dia, untuk memasuki barang dan wanita serta keluar masuk Lapas, tersangka Marzuli disediakan jalur khusus.”Jadi ada jalur-jalur khusus yang diperuntukan kepada narapidana atas nama Marzuli,” ungkapnya.

Dia pun berharap, ini merupakan kejadian yang terakhir kali di Lampung dan dia meminta kepada seluruh Lapas khususnya di Provinsi Lampung untuk berhenti.

“Kami akan terus perangi narkoba, kalau tidak mau berhenti nanti berhadapan dengan saya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kalapas II A Kalianda Lampung Selatan non aktif Muchlis Adjie yang ditempatkan tersangka oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengklaim telah menerima dana aliran gelap dari tersangka Marzuli.

“Kejadian ini diluar dugaan saya, sebenarnya ini perbuatan anak buah saya sehingga membuat saya seperti ini,” ujar Muchlis saat ekspose di kantor BNNP Lampung, Kamis, (24/5). (ndi/ang)



Komentar

Rekomendasi