oleh

Kakanwil Kemenkumham Bantah Terima Upeti dari Kasus Kalapas Kalianda

radarlampung.co.id – Kakanwil Kemenkumham Lampung Bambang Haryono membantah telah menerima aliran dana atau upeti yang disebutkan oleh tersangka Marzuli salah satu narapidana narkoba yang mengatur bisnis narkoba didalam Lapas.

Dari hasil pemeriksaan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terhadap tersangka Marzuli, menemukan ada upeti yang diserahkan kepada Kalapas Kalianda.

“Saya tidak terima itu, saya datang kesini membawa tiga rekening sesuai dengan permintaan BNNP dan sudah diperiksa semua,” ujarnya, Rabu, (30/5).

Sementara itu, terkait ruang Lapas yang digunakan tersangka Marzuli untuk memasukan wanita penghibur, dirinya mengaku tidak mengetahui. “Kalau masalah itu saya juga belum tahu, tapi masih dalam pemeriksaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan pemecatan terhadap Kalapas Kelas II A Kalianda non aktif Muchlis Adjie yang telah ditetapkan tersangka oleh BNNP.

“Saya sudah laporan ke Jakarta terkait masalah ini, saya tidak berhak memecatnya, saya hanya berhak mengusulkan. Apa dasarnya juga saya memecat, surat perintah penahanan juga belum terima,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi selama sembilan jam, akhirnya Kakanwil Kemenkumham Lampung Bambang Haryono turun dari lantai 4, kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, sekitar pukul 17.30 WIB.

Usai turun dari lantai 4 tersebut, Bambang langsung sodorkan beberapa pertanyaan oleh sejumlah awak media yang sudah sejak pagi menunggu dirinya. (ndi/ang)

Komentar

Rekomendasi