oleh

Nenek Pemudik Tuna Netra, Berbekal Tongkat Seberangi Selat Sunda

radarlampung.co.id – Dari ratusan orang pemudik yang baru tiba di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terlihat seorang wanita tua yang mengenakan hijab berwarna kuning sambil membawa sebuah tongkat besi sepanjang satu meter lebih. Tongkat besi stenlis itu digunakan untuk menuntun dalam setiap perjalanannya.

Dengan dibantu satu orang kuli panggul yang membawa kedua tas miliknya menuju ke terminal Bakauheni untuk mencari kendaraan roda empat yang akan mengantarkannya ke kampung halamannya.

Meski tak dapat melihat, tidak menghalangin Sunarsih (70) untuk mengikuti tradisi pulang kampung atau mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 hijriah bersama keluarga besarnya di Desa Pegelaran, Kabupaten Pringsewu.

Sunarsih, tunanetra mengatakan, bahwa dirinya datang ke Provinsi Lampung seorang diri, dia sengaja datang kesini hanya untuk menemui sanak saudaranya sekaligus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri.

“Saya datang sendiri, tapi tadi sebelum kesini, saya diantarakan saudara sampai naik kapal di Merak, saya dari Jakarta mau ketemu anak dan adik saya di Pegelaran, Pringsewu,” ujarnya, Minggu, (10/6).

Sunarsih yang sehari-hari bekerja sebagai tukang urut, telah memiliki dua orang putri yang berusia 18 dan 12 tahun, sementara sang suami sudah menikah lagi dengan wanita lain.

“Saya punya anak dua, anak pertama kuliah di Jakarta dan satu lagi saya titipkan di Pringsewu bersama adik saya. Saya kerja jadi tukang urut di Jakarta. Kalau tinggal di Jakarta Barat,” jelasnya.

Dia mengaku, sudah beberapa kali pulang kampung ke Lampung seorang diri, kepulangannya itu hanya untuk melepas rindu kepada anak dan sanak keluarganya.

“Kangen saja sama keluarga makanya pulang kampung, saya juga bawa baju untuk keponak dan anak saya. Yang penting saya masih bisa sodakoh di bulan ramadan,” pungkasnya. (ndi/ang)


Komentar

Rekomendasi