Berita Utama Piala Dunia 2018 Jadi Panggung Perpisahan 5 Legenda

Piala Dunia 2018 Jadi Panggung Perpisahan 5 Legenda

Setidaknya ada lima legenda di negara masing-masing yang memutuskan pensiun di Piala Dunia 2018. Foto IST

radarlampung.co.id – Piala Dunia 2018 menghadirkan beragam momen penuh drama. Selain euforia, pesta sepak bola terakbar sedunia itu juga menghadirkan momen perpisahan untuk beberapa legenda sepak bola.

Memang, dalam ajang empat tahunan itu, masih ada beberapa pemain senior yang tampil membela negara masing-masing. Harapannya adalah bisa menyambut akhir karir dengan torehan tinta emas, berupa gelar juara dunia.

Namun, sebagian dari mereka harus melupakan mimpi tersebut. Keputusan pensiun harus dibuat tanpa berhias prestasi. Kegagalan timnya melaju ke semifinal memaksa mereka menutup karir internasional lebih cepat dari yang diharapkan. Siapa saja mereka?

JAVIER MASCHERANO (ARGENTINA)

Mantan bek Barcelona ini memulai karir internasional pada 17 Juli 2003 saat Timnas Argentina menahan imbang Uruguay dengan skor 2-2. Selama ini, Mascherano sudah tampil dalam 20 pertandingan Piala Dunia.

Sayangnya, karir internasional Mascherano harus berakhir cepat seiring kekalahan Argentina dari Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Tim Tango kalah adu penalti 3-4 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

“Saatnya mengucapkan selamat tinggal. Saya berharap pada masa depan, tim ini bisa meraih sesuatu,” ujar Mascherano.

KEISUKE HONDA (JEPANG)

Salah satu geladang terbaik Timnas Jepang ini memulai petualangan di Piala Dunia pada 14 Juni 2010 saat menang 1-0 atas Kamerun. Dalam laga tersebut, Honda turut mencetak gol pada menit ke-39.

Sejak debut internasional pada 22 Juni 2008, Honda tercatat sudah tampil dalam 11 laga Piala Dunia dengan mencetak 4 gol. Namun, karir internasional Honda sudah harus diakhiri menyusul kekalahan Jepang dari Belgia dengan skor 2-3 pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

“Kami (Jepang) memiliki banyak pemain muda yang bagus. Sekarang waktunya bagi mereka untuk menuliskan sejarah sepak bola Jepang,” doa Honda untuk junior-juniornya di Timnas Jepang.

ANDRES INIESTA (SPANYOL)

Sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, Andres Iniesta tentu menyesal tak bisa menutup karir internasional dengan elok. Kekalahan Spanyol dari Rusia melalui drama adu penalti membuat langkah Iniesta di panggung internasional berakhir pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Meski begitu, sejarah akan tetap mencatat Iniesta sebagai salah satu pemain terhebat di dunia. Setelah debut internasional pada 27 Mei 2006, tampil perdana di Piala Dunia sebulan setelahnya, nama Iniesta mencuat setelah mencetak gol kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia 2010.

“Segalanya ada awal dan akhir. Terkadang bukan perpisahan yang anda dapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan,” sebut Iniesta saat mengumumkan pensiun dari Timnas Spanyol.

RAFAEL MARQUEZ (MEKSIKO)

Nama Marquez secara mengejutkan masuk dalam daftar pemain Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018. Ternyata, ajang empat tahunan di Rusia itu dipersiapkan menjadi momen perpisahan peraih caps perdana Timnas Meksiko pada 5 Februari 1997 itu.

Sejak debut Piala Dunia pada 3 Juni 2002 ketika Meksiko menang 1-0 atas Kroasia, Marquez tercatat sudah tampil 20 pertandingan dan mencetak 3 gol di ajang terakbar itu. Dia menjadi pemain ketiga yang tampil dalam lima edisi Piala Dunia.

Namun, karirnya harus berhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2018 saat Meksiko kalah 0-2 dari Brasil. “Mulai sekarang, saya akan memiliki lebih sering waktu bebas. Masa depan saya tentu masih ada di sepak bola,” ucapnya.

SERGEI IGNASHEVICH (RUSIA)

Kekalahan Rusia dari Kroasia melalui drama adu penalti pada babak perempat final Piala Dunia 2018, sekaligus menjadi perpisahan bagi Ignashevich. Pemain berusia 38 tahun itu menutup karir tanpa mampu membawa Rusia berprestasi tinggi di rumah sendiri.

Meski gagal menggapai semifinal, Ignashevich mampu mencatatkan namanya sebagai pengoleksi penampilan terbanyak di Timnas Rusia dengan 127 caps. Dia, bersama rekan senegaranya, Alexander Samedov, tetap puas akhir karirnya dicapai dengan hasil perempat final Piala Dunia 2018.

“Saya tak pernah membayangkan mengakhiri karir sepak bola dengan catatan besar. Saya senang menjadi bagian dari timnas selama hampir 20 tahun,” tutur Ignashevich. (jpc/ang)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini