oleh

Keterangan Saksi Sidang Gakkumdu, Mengaku Didatangi Tim Independen Hingga Panwascam

radarlampung.co.id – Keterangan saksi M. Suhadi, warga Desa Benteng Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, terkait dugaan politik uang hanya mendengar saja. Namun, tidak melihat langsung pembagian sejumlah amplop berisikan uang kepada warga.

Dalam persidangan penanganan laporan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018, saksi M. Suhadi mengaku, bahwa dirinya datang ke kantor Gakkumdu Lampung diminta oleh seseorang yang mengaku dari Tim Independen.

“Saya datang kesini untuk bersaksi. Tapi, sebelum saya kesini kemarin itu ada empat orang ketemu saya di jalan daerah Dusun Pasir, Benteng Sari, Lampung Timur. Mereka mengaku dari tim independen, terus malam harinya mereka datang lagi kerumah saya. Lalu saya diminta untuk mencari warga yang menerima uang dari paslon,” ujarnya, di kantor Sentra Gakkumdu Lampung, Rabu, (11/7).

Suhadi pun mengaku, bahwasannya dia tidak mengenal dengan tim independen tersebut, ia juga sempat diinterogasi menjelaskan soal adanya laporan warga yang menerima amplop dari tim pemenangan salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

Baca :   Sepakat Pilkada Pesawaran Luber, Jurdil, Bersih, Transparan, Partisipatif dan Berkualitas

“Mereka itu minta saya untuk mencari orang-orang yang menerima amplop dari salah satu paslon, terus saya cari, kemudian dapat tiga orang namanya pak Sukadi, Sugiarto dan Mulyono, lalu saya tanya apakah kalian dapat duit untuk coblos salah satu paslon, akhirnya mereka mengaku dikasih uang Rp50 ribu oleh Sutadi,” terangnya.

Namun saat ditanyakan oleh Ketua Majelis Sidang Fatikhatul Khoiriyah, amplop yang berisikan uang sebesar Rp50 ribu untuk paslon dari mana dan apakah melihat langsung pembagian amplop tersebut. Saksi Suhadi mengaku tidak melihat langsung, dia hanya mendengar dan baru katanya saja.

“Katanya mereka dapat dari bu Nunik, tapi saya nggak lihat secara langsung pembagian uang itu. Karena, pembagian itu sudah di kordinir dan pasti ada Panitia timnya. Tapi yang jelas saya lakukan itu demi kepentingan masyarakat Lampung,” terang Suhadi.

Baca :   Ingat, Kelurahan Anti Politik Uang Jangan Cuma Seremoni

Suhadi pun mengaku didatangi Panwaslu Kecamatan untuk dapat memberikan keterangannya terkait dugaan money politik yang dilakukan oleh Paslon nomor tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

“Ada orang Panwaslu datang ke rumah, tapi saya nggak tahu nama orang Panwaslu itu. Saya hanya diminta untuk kasih keterangan saja,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Keterangan saksi dalam sidang penanganan laporan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018, berbelit-belit dan tidak sesuai barang bukti.

Dalam persidangan yang digelar Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung di kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung, Rabu, (11/7). keterangan beberapa saksi yang di hadirkan hanya mendengar namun tidak melihat secara langsung terkait dugaan money politik. (ndi/ang)



Komentar

Rekomendasi