oleh

PMII PC Tulangbawang Gelar Dialog Publik Bahas Isu SARA

radarlampung.co.id – Kemajuan jaman dan teknologi harus dibarengi dengan kedewasaan pemuda dalam menyikapinya, termasuk dengan semakin maraknya isu SARA di berbagai media sosial. Kurang lebih itulah salah satu pokok bahasan yang di dapat dari dialog publik peran pemuda dalam menyikapi isu SARA yang di laksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PC Tulangbawang di Ruang Serba Guna STAI Tulangbawang.

Dalam kesempatan itu, Ketua PMII Tulangbawang Rona Setiawan mengajak pemuda pemudi yang ada di Tulangbawang untuk bersama sama membangun komitmen berkebangsaan.

Selain itu, dia juga meminta kepada stakeholder terkait untuk memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mengabdi kepada bangsa, khususnya Kabupaten Tulangbawang dengan berbagai kegiatan positif yang bertujuan membangun sai bumi nengah nyappur.

Sementara itu, Waka Polres Tulangbawang Kompol Djoni Arifin mengatakan, peran pemuda dalam menyikapi isu SARA berawal dari Sumpah Pemuda. Seharusnya, lanjut Waka Polres, pemuda saat ini harus terus menjalani sumpahnya. Menurutnya, hal penting yang harus diingat bahwa besar dan hebatnya suatu bangsa tergantung dengan pemudanya. “Maka dari itu disebutkan bahwa Roh suatu bangsa berada pada Pemudanya,” kata Kompol Djoni kepada 150 orang peserta yang hadir, kamis (19/7).

Masih ditempat yang sama, Rektor STAI Tulangbawang Abu Thalib Kholik mengungkapkan jika saat ini merupakan masa revolusi teknologi era keempat.

“Dimana harus disadari bahwa teknologi dan media sangat berpengaruh. Sebenarnya teknologi adalah produk dari pemikiran manusia,” ungkapnya.

Senada, Kasdim 0426/TB Mayor Arm Ketut Subanda juga mengemukakan jika saat ini merupakan masa generasi teknologi. Menurutnya, hampir setiap orang, dalam hal ini pemuda dapat dipastikan memiliki Handphone dan dengan mudahnya dapat mengakses dunia maya. “Efek buruk dari kemajuan teknologi ini adalah mudahnya menyebarkan isu perpecahan dengan dasar SARA. Menyikapi hal ini, pemuda harus dapat memilah kebenaran suatu berita, dalami sumber suatu isu yang disebarkan dan jangan menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya,” pesannya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Tulangbawang Akhmad Suharyo mewakili Bupati Winarti mengatakan, Pancasila sebagai ideologi, jati diri, dan cita-cita bangsa. Jika bangsa indonesia gagal mempertahankan makna dari salah satu sila maka Indonesia mulai kehilangan jati dirinya.

“Pemkab Tulangbawang merupakan bagian integral dari sistem pemerintahan. Pemerintah selalu berupaya melakukan pembinaan dan ketertiban dalam menjaga keberagaman melalui lembaga teknis daerah,” tandasnya. (nal/ang)

Komentar

Rekomendasi