oleh

Ini Tuntutan yang Diinginkan Ojol kepada Grab Lampung 

radarlampung.co.id – Dalam aksi yang dilakukan oleh ratusan massa aksi driver ojek online (ojol) Grab Lampung mereka menuntut enam poin tuntutan yang disampaikan ke pihak perusahaan Grab Lampung. Tuntutan utama yakni jaminan keselamatan kerja driver.

Koordinator aksi Deni Ahmadi mengatakan, bahwa ada enam poin yang disampaikan. Tuntutan utama yang disampaikan adalah masalah keselamatan kerja para driver di lapangan.

“Keselamatan kami dilapangan itu tidak di wadahi teman-teman dari aplikator, rekan-rekan kami berguguran dilapangan tapi hingga saat ini asuransinya tidak keluar, itulah yang kami rasakan, kami ini sejengkal dari aspal itulah yang kami kwatirkan,” ujarnya, Senin, (13/8).

Selain itu, lanjut Deni, pemutusan mitra dan kemudian untuk insentif yang terlalu rendah dan trip terlalu tinggi. “Bayangkan dari 20 trip yang tadinya 115 hingga naik 20 trip dan naik 25 poin tapi intensifnya turun, berarti Grab ini ingin memperbudak kami sebagai driver di lapangan,” paparnya.

Baca :   Optik Hes Gratiskan Cek Mata

Masih kata Deni, selain penjaminan keselamatan kerja SALVUS yang tidak pernah ada kejelasan, kenaikan trip yang tinggi dan insentif yang rendah, pihaknya pun meminta beberapa tuntutan lainnya.

“Kami minta nonaktifkan promo OVO karena menjadi alasan untuk pemutusan mitra sepihak, insentif driver yang selalu tak jelas mekanismenya dan sering ditunda dengan berbagai alasan. Berikan kami juga amnesti terhadap akun yang di putus mitra dengan alasan yang beragam dan tidak jelas dan juga kami meminta pemutusan mitra tidak dengan cara sepihak,” pintanya.

Baca :   Optik Hes Gratiskan Cek Mata

Dia menambahkan, dirinya bersama massa aksi lainnya meminta kejelasan enam poin tuntutan secapatnya. Jika tidak ia akan mengempulkan massa yanh lebih besar lagi.

“Kami sudah sampaikan bahwa Rabu, 15/8), kami akan datang kembali untuk meminta jawaban dari pihak grab, tapi kami minta jawaban harus Ya. Tapi dari aplikator tidak menuruti permintaan kami maka kami akan bermain secara sistem. Kami akan memanggil massa lebih besar, kami hanya ingin menuntut hak kami,” tandasnya. (rlo/ang)



Komentar

Rekomendasi