oleh

Duh! Peracun Ikan Marak di Sungai Waykiri

radarlampung.co.id – Musim kemarau membuat warga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan penghasilan guna menghidupi keluarganya. Namun sayang, sejumlah oknum sengaj mengggunakan cara-cara yang tidak benar guna memperoleh pengsilan tersebut. Seperti halnya meracun ikan di sungai-sungai, sehingga membuat ikan-ikan mati dan menghilangkan sumber pendapatan keluarga lainnya.

Hal ini seperti yang terjadi di Sungai Waykiri, Kabupaten Lampung Utara dan Tulangbawang Barat (Tubaba), serta Tulangbawang (Tuba). Sejumlah oknum sengaja meracun ikan agar memperoleh ikan dalam jumlah yang banyak, namun hanya untuk satu hari saja. Peristiwa ini terjadi dalam pekan kemarin, sejumlah oknum meracun ikan, namun hingga hari ini belum diketahui siapa pelakunya. Dampaknya bukan hanya ikan-ikan kecil banyak yang mati, namun juga ikan-ikan besar mengalami nasib yang sama.

Sejumlah nelayan yang biasa menggantungkan hidupnya di sungai ini mengaku tidak mengetahui siapa pelakunya, karena secara tiba-tiba mereka melihat bahwa ada ikan-ikan yang mabuk dan kemudian mati.

“Kami nggak tau, tiba-tiba ada ikan mabuk, hanyut, dan mati. Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan ikan-ikan di sungai ini,” ungkap Andri (45) dan Sudin (30) warga Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Kamis (30/8).

Kepala Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Sahlan, meminta agar masyarakat tidak menangkap ikan-ikan dengan cara-cara yang tidak sesuai ketentuan. Karena akan menghambat penghasilan nelayan lainnya. Pihaknya yakin tindakan itu bukan dilakukan warganya, karena itu ia meminta agar tidak ada satu pun warga tiyuh setempat yang ikut-ikutan dengan ajakan siapa pun.

“Itulah adalah cara-cara yang bertentangan dengan hukum. Kalau ada warga yang mengetahui peracun ikan itu, maka silakan laporkan ke Polisi. Saya tidak ingin, dapat uang sehari, tapi puasa satu tahun,” tegasnya.

Guna mengantisipasi hal ini, ia pun telah meminta agar aparat kepolisian dapat menyelidiki pelaku peracun ikan di sungai ini. Sebab hal tersebut sangat mengancam keberlangsungan hidup para nelayan dari tiga kabupaten ini. “Mari kita jaga agar ekosistem di sungai kita ini tetap terjaga,” tutur Sahlan. (fei/ang)

Komentar

Rekomendasi