oleh

Ini Penyumbang Inflasi Terbesar

radarlampung.co.id ㅡ Kota Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, per Oktober 2018. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,36 pada September 2018, menjadi 134,39 pada Oktober 2018.

Terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi di Kota Bandarlampung, yaitu kelompok sandang yang naik sebesar 0,08 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,65 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum.

Sebaliknya, lanjut dia, lima kelompok lain mengalami deflasi atau penurunan indeks. Di antaranya kelompok bahan makanan turun sebesar 0,18 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,01 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,13 persen; serta, kesehatan 0,02 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga turun sebesar 0,01 persen.

Dia melanjutkan, sumbangan kelompok pengeluaran dalam pembentukan inflasi Oktober 2018 adalah dari kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Sebaliknya, tiga kelompok pengeluaran memberikan andil dalam pembentukan deflasi, masing-masing kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rorok, dan tembakau sebesar 0,01 persen.

“Sementara tiga kelompok lain tidak memberikan andil dalam pembentukan inflasi maupun deflasi,” tambahnya.

Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil pembentukan inflasi di antaranya seperti cabai merah, beras, bensin, sepeda motor, kontrak rumah, panci, pir, dispenser, wortel, dan kembung/gembung. (ega/sur) 



Komentar

Rekomendasi