oleh

PHOTO STORY

Keripik Pisang Ala Napi Perempuan

HIDUP di balik jeruji besi tidak menghentikan para perempuan itu melakukan sesuatu yang bermanfaat. Berharap ketika bebas satu saat, keterampilan yang dimiliki bisa dijadikan modal berdikari.

Ya, mereka adalah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandarlampung. Berbagai kasus menjadikan mereka harus menjalani hukuman.

Selama masa pembinaan, banyak keterampilan yang diajarkan. Salah satunya pembuatan keripik pisang yang berlangsung di ruang bimbingan kerja (bimker) lapas setempat.

Sama seperti keripik di pasaran. Bahan dasarnya pisang yang diiris tipis-tipis dan digoreng. Kemudian dicampur dengan berbagai bumbu. Dalam sehari, para perempuan ini bisa menghasilkan sekitar 20 kilogram keripik pisang.

Keripik pisang hasil produksi perempuan yang menjalani hukuman di Lapas ini diberi nama Muli’s. Dalam Bahasa Lampung, artinya perempuan. Semoga kelak ini menjadi satu modal saat mereka hendak berusaha di luar. (*)

 

 

Komentar

Rekomendasi