oleh

Dosen Unila Temukan Inovasi dari Rumput Laut 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim dosen penelitian Univesitas Lampung (Unila) menemukan inovasi baru dalam mengolah rumput laut. Inovasi dimaksud berupa pengharum ruangan aromaterapi ramah lingkungan dengan nilai ekonomis yang menjanjikan.

Kelompok dosen yang diketuai Yuli Ambarwati, dan ketiga anggotanya, Syaiful Bahri, Notiragayu, dan Yessi Mulyani ini  berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama tiga hari, di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Yuli mengatakan, dipilihnya rumput laut menjadi bahan dasar pengharum ruangan aromaterapi merupakan ide pengabdian masyarakat dari dosen Jurusan Kimia, Matematika, dan Teknik Elektro Unila. Demikian dijelaskannya saat ditemui radarlampung.co.id di kediamanya, di Perumahan Polri Hajimena, Block C Natar, Lampung Selatan, Minggu (4/11).

Menurutnya, potensi budidaya rumput laut di Lampung kini sudah jarang ditemui, hanya ada di beberapa tempat di daerah perairan. Seperti di Desa Legundi. Fluktuatif harga membuat masyarakat tidak banyak menanam rumput laut lagi.

Tim berupaya memberikan edukasi komposisi materi pengharum aromaterapi yang cukup sederhana tetapi tetap aman. Hal tesebut langsung dapat diserap dan dipraktekkan oleh masyarakat sekitar, yang notabene adalah seorang petani rumput laut.

“Harga rumput laut yang murah yaitu Rp4 ribu per kilo membuat para nelayan sering kurang bergairah membudidayakan rumput laut. Itu disebabkan karena para nelayan hanya menjual produk sebatas rumput laut saja. Nah, kami membuat pengabdian yang bisa dibuat oleh masyarakat dengan mudah, murah, serta bisa menjadi nilai ekonomi berkali-kali lipat di banding hanya menjual rumput laut mentah ke pengepul,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat mengolah rumput laut menjadi produk pengharum ruangan aromaterapi. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Desa Legundi. Terlebih sejak adanya pengabdian ini masyarakat yang ada pada kelompok petani rumput laut kini kembali menanamnya.

“Ini kan yang mereka buat pengharum aromaterapi yang mempunyai efek rileks atau tenang, mulai dari bahan dasar rumput laut, garam, KOH, pewarna makanan, dan esential oil. Bahan-bahan ini aman bila termakan anak kecil dan bisa awet sampai tiga bulan dengan harga cukup murah dibanding pengharum ruangan yang berada di Supermarket, yaitu Rp10 ribu per kemasannya,” jelasnya. (mel/sur) 



Komentar

Rekomendasi