oleh

Eks Kalapas Kalianda Ditengarai Banyak Berikan Keterangan Palsu

RADARLAMPUNG.CO.ID – Saksi Marzuli dalam perkara sidang lanjutan terkait dugaan pemufakatan jahat tindak pidana narkotika mantan Kalapas Kelas IIB Kalianda Muchlis Adjie, di Pengadilan Negeri Kelas IIA Tanjungkarang, Senin (5/11), terkesan banyak memberikan keterangan palsu.

Pantauan Radarlampung.co.id di sidang saksi yang diketuai Majelis Hakim Manshur B itu, saksi Marzuli terbata-bata dan terkesan tidak jujur dalam memberikan keterangan.

“Anda kalau tidak bisa memberikan keterangan yang jujur akan kami kenakan sumpah dan kesaksian palsu,” ujar Manshur saat sidang.

Dalam sidang itu, Marzuli saksi menjelaskan bahwa ia sudah lama kenal dengan Muchlis Adjie dan sering memberikan bantuan pembangunan Lapas Kelas IIB Kalianda. “Seperti membangun bak mandi, tempat duduk, dan tower air. Uang itu kami kumpulkan dari cash anak-anak blok,” ungkap Marzuli.

Tidak hanya itu sisa uang cash blok itu juga, ia gunakan untuk membeli material dan dikirimkan ke Lapas untuk membangun paping di depan halaman Lapas. “Kalau itu inisiatif saya sendiri (pengumpulan uang cash blok. red). Termasuk memberikan uang sebesar Rp5 juta sisa uang cash para blok ke Mirja yang merupakan pegawai Lapas untuk kegiatan Kalapas di Bandarlampung,” terangnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Kurniawan membantah semua atas penjelasan saksi Marzuli terkait aliran dana dari para anak-anak blok Lapas Kelas IIB Kalianda untuk digunakan membangun Lapas. “Enggak benar itu, keterangan saksi ini tidak sesuai dari BAP sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Andri -sapaan akrabnya-, saksi memberikan sejumlah bantuan uang ke Muchlis Adjie dan Lapas dari hasil narkoba. “Keterangan saksi ini berubah-ubah, dari penyelidikan petugas BNNP Lampung bahwasanya uang yang ia dapat untuk membantu kegiatan Lapas,” ungkapnya.

Atas adanya indikasi keterangan palsu ini, pihak JPU juga akan mengancam terdakwa dengan keterangan kesaksian palsu. “Kami akan terus menekan saksi agar memberikan keterangan dan kesaksian yang jujur. Apabila masih saja tidak jujur, kami akan memberikan ancaman pemberian kesaksian palsu,” tandasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi