oleh

Hari Kedua KRTI 2018 Tetap Berjalan Meski Diguyur Hujan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Semangat tinggi masih terlihat dari peserta Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) hari kedua. Meski hujan mengguyur area Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (7/11), peserta empat devisi perlombaan tetap semangat mengikuti perlombaan tersebut.

Pantauan Radarlampung.co.id, cuaca pada hari kedua sejak pagi mendung dan sekitar pukul 12.00 WIB hujan rintik-rintik hingga lebat sempat mengguyur lokasi perlombaan. Meski demikian peserta, dewan juri, dan penonton tetap semangat.

Empat devisi yang diperlombakan yakni, VToL, Fixed Wing, Racing Plane, dan Technologi Developmen. Dalam kontes KRTI tahun ini, Teknokrat mengikuti tiga devisi yaitu, VToL, Fixed Wing, dan Racing Plane.

Dewan juri divisi Fixed Wing Mona Arif Muda Batubara menjelaskan, meskipun cuaca hujan beberapa kontes bisa dilaksanakan, karena robot terbang dari perserta telah didesain tahan air, sehingga tidak terlalu terkendala.

Menurutnya, kendala yang dihadapi hanya terjadi pada kegagalan melakukan penerbangan, habis baterai, dan menabrak pohon.

“Namun demikian kita tetap tanyakan ke peserta apakah mampu terbang atau tidak, kalau tidak, tidak kita paksakan,” katanya.

Hingga siang pada hari kedua kontes, untuk divisi fixed wing, tercatat hari pertama 1 gagal karena daya baterai habis, hari kedua 4 tim gagal dengan kendala gagal takeoff (terbang).

Wiwin, Humas Universitas Teknokrat Indonesia mengatakan, hari kedua cukup sukses meski diguyur hujan. Sebanyak 240 sisiwa 6 SMA/SMK se-Lampung beserta pendamping ikut berpartisipasi dalam mengaksikan perlombaan.

Devisi Racing Plane Krakatau milik tim mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dengan pilot Vincen, lolos ke babak berikutnya. Sebab, pasangan lawan gagal terbang.

Hingga memasuki hari kedua belum diketahui juara dari empat devisi perlombaan. Tapi dari laporan panitia FSN juri sudah banyak tim yang gugur karena gagal terbang.

Pada hari sebelumnya, Selasa (6/11) siang, tujuh tim sudah melakukan presentasi Devisi Racing Plan (RP) yaitu, Universitas Andalas, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Indramayu, Politeknik Negeri Malang, UM Jakarta, Polban, dan Universitas Sebelas Maret.

Ketua panitia lokal Agus Mulyono, saat dimintai keterangan mengatakan, sampai Rabu siang belum diketahui tim yang juara. Karena kontes masih berjalan. Hingga saat ini pelaksanaan lomba berlangsung lancar.

KRTI 2018 yang diselenggarakan Kemenristek Dikti dengan tuan rumah Universitas Teknokrat ink mengambil tema “Menuju Kemandirian Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak”. Peserta yang mengikuti KRTI berjumlah 38 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Terdiri 84 tim dengan jumlah peserta 252 mahasiswa dan 84 pembimbing. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi