oleh

Ketua Dewan Mengaku Hanya Menyalurkan Proyek

radarlampung.co.id – Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosyadi menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan untuk terdakwa Gilang Ramadhan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu (7/11).

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan fee proyek tersebut,  jaksa juga menghadirkan saksi pengacara Sopian Sitepu dan staf keuangan Dinas PUPR Lampung Selatan Munzir.

Hendry mengaku mengetahui sejumlah proyek di Lamsel. Namun ini sesuai tupoksinya, yakni terkait pembahasan anggaran. ”Kami bersama dengan eksekutif, kemudian badan anggaran (Banang) membahas anggaran (APBD, Red). Kemudian disahkan menjadi perda,” kata Hendry.

Saat itu ketua majelis hakim Mien Trisnawati menanyakan apakah ada usulan proyek dari pemkab yang dicoret? Hendry menyatakan tidak ada pencoretan.

“Ada pembicaraan tertentu sehingga bisa disetujui,” tanya Mien. “Asal ada komitmen, seperti itu ada,” tanyanya lagi. Menanggapinya, Hendry mengaku tidak ada pembicaraan seperti itu.

Sementara hakim anggota Syamsudin menanyakan dana Rp2,5 miliar yang diserahkan tersangka Agus Bhakti Nugroho (ABN). Dalam sidang sebelumnya, ABN yang menjadi saksi menyatakan memberikan uang Rp2,5 miliar ke DPRD agar pembahasan APBD lancar.

Namun Hendry membantahnya.  “Saya rasa semuanya lancar. Saya tidak pernah menghambat. Selalu kita bahas dengan resmi,” tegasnya.

Pada bagian lain, Hendry juga tidak membantah pernah mendapatkan beberapa proyek pekerjaan dari Bupati Lamsel Nonaktif Zainudin Hasan.

”Dari BAP saudara ke penyidik, bahwa saudara mengaku pernah mendapatkan sejumlah proyek dari Zainudin. Saudara kan tahu kalau Anda ini anggota dewan,” kata hakim.

Menurut Hendry, saat itu Syahroni mendatanginya atas perintah bupati. Proyek itu dilaksanakan pada 2017 silam. ”Tetapi saya hanya menyalurkan ke beberapa orang yang ingin mengikuti tender. Saya hanya menyalurkan, bukan mendapatkan,” sebut dia. (nca/ang/ais)



Komentar

Rekomendasi