oleh

Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kasus TBC, Komunitas Latih Pendamping Pasien

Radarlampung.co.id – SR Communty TBC-HIV Care Provinsi Lampung melakukan pelatihan pendamping Pasien TBC RO (Resisten Obat), Kamis (8/11).

TBC Resisten Obat adalah penyakit TBC yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang sudah mengalami kekebalan terhadap OAT.

Artinya, obat tersebut tak lagi dapat membunuh kuman penyebab penyakitnya. Tubercolosis (TBC) menjadi penyakit menular yang banyak menyebabkan kematian di Indonesia.

Sudiyanto, S.Sos selaku Project Meneger TBC-HIV Care ‘Aisyiyah Lampung menyebutkan pada tahun 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari di Indonesia. Pada tahun yang sama, kasus TBC baru mencapai 1.020.000 pengidap.

“Angka itu menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Kemudian, disusul oleh China, Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Afrika selatan,” imbuhnya kepada Radarlampung.co.id.

Pengobatan pasein TBC Resisten Obat jangka pendek dapat dilakukan dengan cara minum obat dan suntuik setiap hari selama 6 bulan. Lamanya tahapan pengobatan TB RO ini membuat para pasien banyak yang mangkir berobat dan juga depresi.

SR TB-HIV Care Aisyiyah Lampung yang bergerak dalam penanggulangan TB-HIV berbasis komunitas membuat beberapa program. Salah satunya adalah pendampingan pada pasien TBC RO.

Pelatihan Pendampingan Pasien TBC RO dilakukan selama 5 hari (Kamis-Sabtu, 8-10/11) dengan pelatihan 3 hari di Hotel Horison dan 2 hari praktek di RS Abdul Moeloek.

Pelatihan ini diikuti oleh  calon Pendamping pasien, majelis kesehatan PWA Lampung,  Perwakilan PMDT RS Abdul Moeloek, SRR TBC-HIV Care ‘Aisyiyah Bandar Lampung, SRR TBC-HIV Care ‘Aisyiyah Metro, dan juga Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Sudiyanto menambahkan, pelatihan ini dilakukan dalam rangka membantu pasien untuk patuh menjalani pengobatan, mengedukasi dan memberi semangat pasien untuk menjalani pengobatan.

“Nantinya Pendamping pasien yang telah dilatih akan mendampingin pasien-pasien TBC RO yang saat ini menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek dan RS Ahmad Yani Metro,” imbuhnya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi