oleh

Ini Daftar Sekolah Sasaran Curat

RADARLAMPUNG.CO.ID –  Tempat kejadian perkara (TKP) yang disatroni tiga pelaku curat spesialis bobol sekolah dan rumah ternyata tak sedikit. Mereka beberapa kali beraksi di daerah Panjang dan Telukbetung, dengan jumlah 20 TKP.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim  Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono. “TKP-nya antara lain SMPN 3 Bandarlampung, SMK Utama, SMPN 23 Bandarlampung, SD Xaverisus Telukbetung dan Panjang, bengkel di wilayah Panjang, serta 12 TKP lain di wilayah Panjang dan Telukbetung Selatan,” bebernya saat ekspos di Polresta Bandarlampung, Kamis (8/11).

Ia menuturkan, dua pelaku yang tertangkap merupakan residivis. “Nova Susanto merupakan residivis jambret dan pernah ditembak di kaki sebelah kanan, dan Dedi merupakan residivis judi,” ujarnya.

Fakta lain, ternyata tiga pelaku curat tersebut memiliki jadwal saat beraksi.

Hal itu diutarakan Muhamad Riki Febrian (25) otak dari aksi curat ini. Riki menerangkan bahwa dirinya bersama rekannya mulai mencari sasaran pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dan pulang dini hari.

“Kami beraksi mulai sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, dengan menumpang angkot sambil mencari sasaran secara acak yang sekiranya dapat didongkel,” ujarnya di Polresta Bandarlampung.

Ia mengaku, setiap beraksi membawa benerapa peralatan berupa cutter, pisau, obeng, kunci ingris, dan gunting. “Itu semua merupakan alat yang kami gunakan untuk mendongkel sasaran kami,” ujar pria asal Palembang tersebut.

Riki pun mengaku, mencari sasaran secara acak tanpa melakukan pengintaian lebih dulu. “Kita mainnya acak saat menentukan sasaran, saat melintas kalau ada yang cocok kita awasin terus saat dinyatakan aman langsung kita sikat,” ungkapnya.

Untuk sasaran sekolahan, ia pun mengaku beraksi saat hari libur dan jam kosong, “Biasanya malam hari saat kondisi sekitar sudah sepi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polresta Bandarlampung mengamankan tiga pelaku curat dan satu penadah, Rabu (7/11) malam. Ketiga pelaku diketahui bernama Muhamad Riki Febrian (25),  Nova Susanto (29), dan Dedi (29), ketiganya merupakan warga kecamatan Panjang, serta satu penadah bernama Asep Arwansi (24) yang juga merupakan warga Panjang. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi