oleh

Tak Lama Pasca Caesar, Kulit Trimulyani Melepuh

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tak terbayangkan oleh Trimulyani (38) bakal lebih akrab dengan kasur selama dua minggu ini. Warga Jl. Pangeran Antasari, Gang MAN I, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kadamaian ini tergolek tak berdaya di atas ranjang karena mengidap penyakit langka yang tidak ia pahami.

Sekujur tubuh ibu tiga anak ini membengkak dan kulitnya kering menghitam seperti bekas luka bakar dan bersisik. Namun ia tidak mengalami riwayat terbakar sekalipun.

Tampak dikediamannya, mata Tri pun terus terbuka, karena kulit dahi yang mengeras hingga kelopak matanya. Sesekali ia harus dikompres dengan alkohol agar matanya bisa berkedip.

Ia pun terus mengeluh jika sekujur tubuhnya gatal, dan berharap ada yang menggaruknya. Ia tak bisa menggaruk sendiri lantaran kulit tubuhnya mengering sehingga tak bisa menggerakkan tangan maupun kaki. “Gatel, pengen digaruk,” ujar Tri saat dikelilingi keluarganya, di kediamannya.

Lina (31), keponakannya pun menuturkan kejadian ini pasca bibinya operasi caesar Agustus lalu. “Jadi bibi saya ini hamil, tapi anaknya meninggal di kandungan, akhirnya harus dikeluarkan, awalnya diinduksi tapi gak mampu, akhirnya caesar Agustus lalu,” terangnya.

Pasca caecar, kata Lina, tidak ada perubahan yang aneh pada bibinya, tapi setelah sebulan bibinya mulai menunjukkan hal aneh. “Sebulan kemudian gatal katanya kayak di dalam tulang gremet-gremet seperti cacar, kemudian baru dua minggu melempuh,” jelasnya.

Lina pun mengibaratkan bibinya seperti timun suri matang, kalau sudah kering kulitnya pecah dan akan basah lagi. “Sudah dibawa berobat ke beberapa rumah sakit, tapi gitu tetap saja, kami pasrah saja,” ucapnya.

Sementara itu suami Trimulyani, Marzuki Rohani (48) mengaku saat ini ia bingung untuk mencari jalan keluar. “Untuk biaya memang agak kesulitan, ini saya usahakan pakai BPJS,” ungkap penjaga gudang ini sambil meneteskan air mata.

Marzuki pun sudah meminta surat keterangan surat tidak mampu dari pamong setempat. “Saya buat surat tidak mampu, karena khawatir kalau tidak mencukupi uangnya saat akan berobat,” tandasnya sembari menangis. (pip/sur) 

Komentar

Rekomendasi