oleh

Bermodus Pecinta Kereta, LGBT Cabuli Bocah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Imbauan berhati-hati dengan sosok baru dikenal benar adanya. Seolah mengabaikan hal tersebut, KF (11) bocah laki-laki asal Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi korban pencabulan di sebuah indekos di Jl. Kota Raja, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

Pelakunya adalah MD (35), yang juga merupakan warga luar kota, yakni warga Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Pelaku yang mengalami penyimpangan seksual ini mencabuli korban sebanyak 2 kali kurun 12 hari bersama korban.

Nasib naas korban baru berakhir kala korban dan pelaku diamankan di Stasiun Balambangan Umpu, Way Kanan, dan dibawa ke Polres Way Kanan. Saat ini korban telah dikembalikan ke orang tua, sementara pelaku MD masih dalam pemeriksaan unit PPA Polresta Bandarlampung.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono, melalui Kanit PPA Ipda Elia Herawati mengatakan, pelaku mencabuli korban dalam bentuk prilaku oral sex di sebuah indekos di Jl. Kota Raja, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

Pelaku yang berprofesi sebagai pedagang asongan ditangkap saat berada di Stasiun Kereta Blambangan Umpu, Waykanan oleh Polres setempat, yang lantas berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung, setelah warga curiga melihat korban memberontak saat diajak pelaku.

“Saat itu, korban dilihat warga dan petugas seperti menolak ajakan pelaku dengan sikap rewel.  Kala itu korban berontak hingga akhirnya pelaku diamankan. Karena satu dari dua lokasinya ada di Bandarlampung, jadi kita yang tangani,” ujarnya, di ruang kerjanya.

Modus yang dilakukan pelaku dengan membujuk korban, agar ikut dengan pelaku yang berdalih memiliki hobi sama. KF sendiri, kendati masih berusia belia, namun memiliki hobi menarik, yakni mencintai kereta api baik mengabadikan lewat foto, maupun berkeliling menaiki kereta, dan tergabung dalam komunitas rail fans Bandung.

“Korban di Bandung, tepatnya di daerah Purwakarta ketemu sama pelaku, dan mungkin sudah dibidik, mereka ngobrol, terus pelaku pura-pura punya hobi yang sama, mereka pun traveling berdua. Mulai dari Jawa Barat, hingga ke Jawa Tengah, sampai ke Lampung, naik kereta. Total 12 hari mereka bersama,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan, pelaku memang memiliki kelainan seksual (homo) dan pelaku berperan sebagai wanita. Total sudah ada tiga korban lainnya yang pernah ia cabuli, yakni RI (17) warga Bekasi, WE (18) dan AD (17) yang keduanya warga Tanggerang. “Korban anak di bawah umur, sejauh ini baru satu kali,” katanya.

Polresta Bandarlampung juga sudah berkomunikasi dengan Polres Kabupaten Bandung, dimana orang tua korban memang melaporkan anaknya yang hilang.

Pelaku dijerat dengan Pasal 82 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (pip/sur) 

Komentar

Rekomendasi