oleh

Wakil Ketua DPRD Lampung Usul Dana Aspirasi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sahabat Demokrasi menggelar diskusi Sabtuan bertema “Korupsi dan Sistem Pemilihan Berbiaya Tinggi” di Kantor Sekretariat Sahabat Demokrasi, Jl. Rd. Gunawan II Sukamaju, No. 9, RT 002 Lk. II, Rajabasa, Pramuka, Bandarlampung, Sabtu (10/11).

Diskusi diisi dua narasumber, masing-masing Ismet Roni yang merupakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Wahrul Fauzi Silalahi anggota DPW Partai NasDem Lampung.

Ismet Roni menilai, proses melaksanakan demokrasi saat ini tidak ada yang gratis, sehingga diperlukan dana aspirasi guna meminimalisir transaksional atau dana transportasi.

“Tidak ada suatu partai untuk melakukan peluang korupsi. Tapi di sisi lain, kita selalu dihantui proses biaya berdemokrasi, kata anak sekarang itu mana ada yang gratis,” ujarnya.

Sehingga, Ismet berharap DPR kedepan, meramu bagaimana caranya meminimalirir korupsi dengan melegalkan dana aspirasi, tunjangan-tunjangan, agar titik rawan korupsi dapat diminimalisir.

Ismet Romli mengatakan, ada tujuh titik rawan terjadinya korupsi. Yakni, proses penetapan anggaran daerah, retribusi dan paket kampanye, pengadaan barang dan jasa, perizinan, proses pelaksanaan, serta jual beli jabatan. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi