oleh

KPLP Ungkap Kedekatan Mantan Kalapas dan Napi

radarlampung.co.id – Saksi mengungkap kedekatan antara mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalianda Mukhlis Adjie dan narapidana Marzuli YS. Hal ini disampaikan dalam sidang lanjutan penyelundupan empat kilogram sabu-sabu dan empat ribu butir ekstasi di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Senin (12/11).

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan empat saksi untuk terdakwa Mukhlis Adjie. Mereka adalah Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakat (KPLP) Kelas IIB Kalianda Sutarjo, pegawai koperasi Lapas Tri Warsito dan Masuri napi Lapas Kalianda serta Raja Hadi Rahman, napi Lapas Wayhuwi.

Sutarjo mengungkapkan, hubungan Mukhlis dan Marzuli sangat dekat. ”Seperti anak dan bapak. Itu terlihat saat Marzuli sering dipanggil bapak (Mukhlis Adjie) ke ruangannya,” kata Sutarjo.

Karena kedekatan tersebut, petugas tidak berani mengambil ponsel yang digunakan Marzuli. Terlebih, beberapa kali ia menerima telepon dari Mukhlis Adjie.

Tidak hanya itu. Mukhlis Ajdie juga memiliki peran sangat besar dalam memberikan kebebasan kepada Marzuli. Ini terjadi saat Marzuli sakit.

”Saat dia (Marzuli, Red) meminta izin mau berobat, saya tolak. Sebab saya lihat penyakitnya juga bisa diatasi dan nggak perlu berobat di luar. Tidak lama, Kalapas SMS dan meminta untuk membantu Marzuli berobat di luar. Waktu itu dia sedang di Bogor,” kata dia. (ang/ais)

 

Komentar

Rekomendasi