Lifestyle Simak, Ini Dampak Positif-Negatif Internet Bagi Anak

Simak, Ini Dampak Positif-Negatif Internet Bagi Anak

Praktisi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Sawitri Supardi Sadarjoen (kiri), bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Lampung Any Nurhayaty. FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga yang baik, hubungan antarkedua orang tua harus saling terintegerasi dan interaktif dalam mengawasi putra-putrinya.

Dampak dari pengasuhan anak yang kurang terkontrol dapat menimbulkan permasalahan pada anak. Seperti dalam pemanfaatan internet pada gawai atau smartphone, memiliki dampak baik dan kurang baik pada perkembangan anak.

Sesungguhnya setidaknya ada lima dampak positif pemanfaatan internet bagi anak dan remaja. Hal itu diungkapkan praktisi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi.Klin pada Seminar Nasional Asosiasi Psikologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APPTM), di Hotel Emersia Bandarlampung, Selasa (13/11).

Pertama, dengan internet generasi muda mampu meningkatkan perkembangan fisik, yakni memperoleh informasi kesehatan dan penyakit yang luas dan aktivitas fisik yang dapat dilakukan di dalam ruang terbatas.

Kedua, perkembangan emosi, yakni mengembangkan sense of power and accomplishment memaknai identitas diri secara lebih luas meningkatkan self-esteem (harga diri) dan mengurangi tingkat depresi.

Ketiga, perkembangan sosial, yakni meningkatkan intensitas dan kuantitas hubungan komunikasi antar keluarga, teman, dan orang lain. Juga mengembangkan kemampuan komunikasi kreatif dan memperkaya bahasa dengan membangun hubungan yang luas dan kesadaran akan perbedaan budaya.

Keempat, perkembangan intelegensi, yakni meningkatkan kemampuan visual reasoning dan multitasking.

Kelima, perkembangan moral, yakni mendorong perkembangan moral yang adekuat dengan empati.

Meskipun demikian, Prof. Sawitri menekankan bahwasanya dampak negatif penggunaan gawai, atau ketergantungan sangat buruk bagi perkembangan fisik anak. Yakni, anak akan mengalami hambatan fisik, yang mengalami physical decline karena terbatasnya aktivitas gerak tubuh. Fisik tidak bergerak mengakibatkan pertumbuhan kurang maksimal dibandingkan anak yang selalu bergerak.

“Anak yang waktunya dihabiskan bermain gawai secara tidak langsung tubuh anak diam di tempat. Sedangkan masa pentumbuhan anak sebaiknya diimbangi dengan bergeraknya seluruh anggota tubuh, agar tumbuh kembang anak berjalan normal,” ujar dia.

Selain itu menurut dia, dampak negatif lainnya adalah hambatan pada perkembangan emosi. Emosi anak menjadi tidak edukuat karena kurangnya pengendalian diri dalam penggunaan gawai akibat ketergantungan. Anak ketergantungan gawai akan menjadi agresif, cemas, dan defresif.

“Agresifnya anak dampak dari ketergantungan gawai dapat memperburuk perkembangan anak. Bahkan juga dapat menghambat perkembangan sosial. Namun, bila penggunaan gawai diawasi dengan tepat, informasi yang dibutuhkan anak dapat menambah pengetahuan anak,” kata dia. (apr/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini