oleh

Program Kemitraan Indonesia -Australia Tekan Biaya Pakan Sapi

radarlampung.co.id – Program kemitraan Indonesia -Australia mengenai ketahanan pangan di sektor daging merah dan ketersediaan sapi sudah menunjukkan hasil positif. Salah satunya yaitu biaya untuk pakan sapi dapat diminimalisir dengan sistem yang diterapkan.
Program Manager Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCCB) Robi Agustiar menjelaskan, ada tiga sistem pembiakan yang dilakukan. Yaitu, integrasi sapi, penggembalaan semi-intensif, serta cut and curry.
“Untuk Lampung, kita terapkan sistem integrasi sapi atau penggembalaan dan pemeliharaan sapi di kebun sawit serta sistem cut and curry. Jadi, untuk sistem integrasi sapi, kita manfaatkan perkebunan sawit. Dan ini sudah dilakukan oleh PT Superindo Utama Jaya (SUJ). Hasilnya pun cukup baik,” jelasnya, saat meninjau ke PT SUJ Kota Metro, Rabu (14/11):
Sementara, Manajer Kandang Breedlot PT SUJ Kota Metro Fery mengaku bahwa sudah bekerja sama dengan IACCB sejak tahun 2016. Pihaknya mendapatkan bantuan sapi Australia sebanyak 196 ekor dan saat ini sudah berjumlah 346 ekor dari hasil pembiakan alami.
“Kalau di sini, kan masih di kandang, kita juga menekan biaya. Sebelumnya biaya pakan perhari Rp12 ribu per ekor, sekarang sudah di angka Rp 8 ribu per ekor. Jadi manfaat ini yang kita dapat. Kita bisa menekan biaya operasional termasuk biaya pakan. Apalagi sistem integrasi itu lebih dapat menekan biaya pakan,” pungkasnya. (rur/kyd)
Robi Agustiar dari IACCB (baju cream, res) ditemani Fery (Baju biru, red) meninjau sapi di PT SUJ Kota Metro. Foto Ruri/radarlampung.co.id

Komentar

Rekomendasi