oleh

Rakyat Indonesia Darurat Penyakit Menular

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seluruh masyarakat Indonesia diminta selalu mewaspadai berbagai jenis ancaman penyakit, baik itu penyakit menular dan tidak menular termasuk ancaman penyakit baru. Ancaman penyakit menular yang perlu diwaspadai yakni demam berdarah, TBC, Malaria, HIV/AIDS, filariasis dan kecacingan.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek dalam arahannya di sela-sela upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, di Jakarta, kemarin (13/11). Dia menjelaskan saat ini lndonesia tengah menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, Indonesia menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases).

“Ketiga beban penyakit itu yakni telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker dan sebagainya, muncul ancaman penyakit infeksi baru, seperti flu burung, ebola dan TBC Resisten Obat serta masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti demam berdarah, TBC, Malaria, HIV/AIDS, filariasis dan kecacingan,” katanya.

Untuk masalah gizi, kata Nila, Indonesia menghadapi beban ganda (double burden of nutition problem). Di satu sisi Indonesia menghadapi masalah undernutrisi (gizi kurang, pendek/stunting dan kurus) dan di sisi lainnya Indonesia telah dihadapkan pada masalah overnutrisi yakni masalah obesitas/kegemukan.

“Berdasarkan hasil riset kesehatan Dasar Tahun 2018 oleh Badan Penelitian dan pengembangan kesehatan menunjukkan beberapa indikator pembangunan kesehatan yang memangmengalami kenaikan. Namun masih ada juga indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan. Untuk angka stunting pada Balita telah turun dari 37,2 persen di tahun 2013 menjadi 30,8 persen di tahun 2018,” tegasnya.

Hal itu, lanjut Nila, sejalan dengan perbaikan pada beberapa indikator kesehatan ibu dan anak, seperti antenatal care, persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan ibu nifas dan pelayanan kesehatan pada bayi dan balita. Indikator-indikator penyakit tidak menular telah menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian.

“Prevalensi kencing manis berdasarkan pemeriksaan darah telah meningkat dari 6,9 persen pada tahun 2013 menjadi 8,5 persen pada tahun 2018, hipertensi/darah tingggi berdasarkan pengukuran tekanan darah telah meningkat dari 25,8 persen pada tahun 2013 menjadi 34,1 persen pada tahun 2018. Perilaku merokok pada remaja juga meningkat dari 7,2 persen pada tahun 2013 menjadi 9,1 persen pada tahun 2018,” terang Nila.

Sebagai bentuk pencegahan, kata Nila, perilaku hidup sehat di masyarakat masih perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni lima porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru mencapai 5 persen.

Sementara itu, perilaku aktivitas fisik juga masih perlu ditingkatkan, karena masih 33,5 persen penduduk di atas 10 tahun yang aktivitas fisiknya kurang. “Saya harap agar gerakan masyarakat hidup sehat dan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah masyarakat,” tutupnya. (fin/sur)

Komentar

Rekomendasi