oleh

Sayang, Aparat Kampung Tidak Bisa Apa-apa

radarlampung.co.id –Penutupan jembatan penghubung Kampung Putralempuyang, Kecamatan Waypengubuan dan Kurniamataram, Seputihmataram, sangat disayangkan. Pasalnya jalur tersebut merupakan akses terdekat yang digunakan warga.

”Kalau memutar arah, jaraknya sangat jauh. Bisa sekitar tujuh kilometer. Melintasi sungai dan jembatan warga lainnya srta kebun nanas. Belum lagi takut kalau ada begal di jalan,” kata Darianto (16), warga Kampung Putralempuyang yang sekolah di Kecamatan Seputihmataram.

Sementara Kepala Kampung Putralempuyang Sungkono menyayangkan penutupan jembatan tersebut. “Nggak ada koordinasi terlebih dahulu ke pihak kampung,” ujarnya.

Memang selama ini pemilik jembatan tidak berkoordinasi pihak kampung. Sayangnya, pihak kampung tidak bisa berbuat apa-apa. ”Itu jembatan pribadi. Apalagi yang menutup jembatan pemiliknya,” sebut dia.

Terpisah, Camat Waypengubuan Dahrif Ansori berharap ada solusi terbaik terkait penutupan jembatan. Sebab ini berimbas lumpuhnya akses pedagang, pekerja, dan pelajar dari Kampung Putralempuyang dan wilayah lain.

”Masalah dengan kepolisian dapat diselesaikan dengan baik. Jembatan itu merupakan salah satu akses utama bagi warga Putralempuyang dan beberapa kampung di Kecamatan Waypengubuan. Kami siap membantu penyelesaiannya. (sya/ais)

 

 

 

Komentar

Rekomendasi