oleh

Akhiri Pencemaran Lingkungan dengan Daur Ulang Sampah Plastik

RADARLAMPUNG.CO.ID – Melihat kondisi sampah plastik yang saat menjadi masalah besar di Indonesia, Lampung khususnya. Muhadi (63), seorang pensiunan Masinis PT KAI melakukan eksperimen mendaur ulang sampah plastik secara massal dan maksimal.

Murhadi mengatakan, dirinya mengaku resah dengan sampah plastik di Indonesia dan Lampung khusus. Seolah-olah minim penanganan.

“Jutaan ton sampah plastik mencemari laut Indonesia, bahkan pernah diberitakan sampah kiriman dari Indonesia hanyut sampai ke laut Srilanka, India. Inikan memalukan sekali,” imbunnya saat medatangi Graha Pena Lampung (kantor Radar Lampung), Sabtu (17/11) pagi.

Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan dengan mendaur ulang sampah plastik secara massal dan maksimal. Caranya sangat sederhana. Plastik yang telah dicairkan lalu dicampur dengan pasir atau lumpur dan dikeringkan.

“Pemerintah Lampung harus segera mendirikan pabrik pengelolahan sampah. Ternyata dari hasil campuran plastik dan tanah atau lumpur yang saya bikin itu bisa menyatu dan keras bagai batu,” ujarnya.

Selain bisa dibuat pengganti batubata, campuran itu juga bisa dibentuk bahan paving block, gorong-gorong cetak, penutup selokan, marka jalan, talut dinding sungai, dan lain-lain.

“Dicetak menjadi kusen pintu, kusen jendela, lembaran penyekat dinding juga bisa. Tentu bila ini diwujudkan selain bahannya lebih awet juga dapat mengurangi eksploitasi hutan atau kayu,” terang pria lulusan 1971 STM Pertambangan Muntilan, Magelang Jawa Tengah itu.

Menurutnya, keuntungan mendaur sampah plastik dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Bisa juga mengurangi kerusakan lingkungan dan penebangan hutan. “Saya sudah tua, di usia tua saya ini saya ingin memberikan manfaat dan memikirkan nasip generasi mendatang,” ujarnya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi