oleh

Pansus Hak Angket Ambil Sikap Menunggu

radarlampung.co.id – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Bandarlampung belum mengambil sikap terkait putusan Mahkamah Agung Nomor 2 P/KHS/2018 Tahun 2018 jenis perkara tata usaha negara untuk menolak permohonan uji pendapat. Putusan di-upload pada 15 November 2018 lalu.

Juru bicara Pansus Angket Nu’man Abdi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti setelah putusan fisik diterima. ”Itu kan baru di-website. Kami harus mencermati secara detail isinya,” ujarnya dihubungi radarlampung.co.id, Sabtu (17/11).

Politikus PDIP ini menyatakan, Pansus menghormati putusan tersebut. Di mana, usulan uji pendapat diajukan bukan untuk memberikan hukuman. Namun, jika MA berpendapat berbeda dengan apa yang diajukan, hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Sebetulnya bukan proses untuk memberikan hukuman. Tapi DPRD Bandarlampung dengan bijak menyampaikan dulu ke MA. Kalau pendapatnya berbeda dengan kami, ya kami hormati itu,” tegasnya.

Diketahui, berdasar website Mahkamah Agung yang di-upload 15 November 2018, MA mengeluarkan putusan nomor 2 P/KHS/2018 Tahun 2018 dengan jenis perkara tata usaha negara (TUN).

Majelis hakim yang diketuai Dr. H. Supandi, S.H., M.Hum. dengan hakim anggota Is Sudaryono, S.H., M.H. dan Dr. Yosran, S.H., M.Hum. yang dicatat panitera Dr. Maftuh Effendi, S.H., M.H. mengeluarkan putusan dengan kekuatan hukum tetap untuk menolak permohonan uji pendapat yang diajukan pemohon. Keputusan tersebut dimusyawarahkan dan dibacakan pada 8 November 2018.

Sebelumnya, dalam paripurna yang berlangsung Selasa (16/10), tujuh fraksi di DPRD Bandarlampung sepakat menggunakan hak menyatakan pendapat terkait pelanggaran terhadap etika dan perundang-undangan yang diduga dilakukan Wakil Wali Kota Yusuf Kohar.

Dewan akan mengirimkan surat keputusan terkait hak angket ke Mahkamah Agung untuk kemudian memeriksa, mengadili, dan memutuskan pendapat tersebut.

Tujuh fraksi ini adalah Fraksi PDI Perjuangan, PAN, PKS, NasDem-Hanura, Golkar, Gerindra, dan PPP.  Sementara, Fraksi Demokrat memilih tidak menyatakan setuju atau tidak setuju. (abd/ais)

 

Komentar

Rekomendasi