oleh

Abu Vulkanik GAK Menyebar, Warga Diminta Pakai Masker  

radarlampung.co.id – Masyarakat sejumlah kecamatan di Lampung Selatan dikejutkan dengan munculnya debu hitam yang menempel di teras dan kaca rumah. Asalnya diduga dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Dari kemarin saya sapu, masih saja muncul debu,” kata Zulikho (45), warga Lingkungan V, Kelurahan Kalianda kepada radarlampung.co.id, Minggu (18/11).

Hal serupa disampaikan Bayu (60), warga Kecamatan Candipuro. Ia mengaku kaget melihat lantai rumahnya dikotori debu berwana hitam.

“Awalnya saya kira debu bekas pecahan keramik. Kebetulan di rumah lagi ada tukang yang sedang merenovasi kamar mandi. Tapi begitu diperhatikan, kok warnanya hitam,” ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan dr. Jimmy B. Hutapea menginstruksikan jajaran puskesmas, khususnya di wilayah Kalianda dan Kecamatan Rajabasa untuk mengambil langkah antisipasi.

”Saya sudah perintahkan kepada jajaran puskesmas untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Jika keluar rumah, agar menggunakan masker. Ini mengantisipasi penyakit ISPA yang disebabkan abu vulkanik. Saat ini sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Lampung Selatan,” kata Jimmy.

Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan kepada petugas puskesmas pembantu (Pustu) di Pulau Sebesi agar membagikan masker kepada warga yang tinggal di wilayah tersebut. ”Kalaupun stoknya sudah habis, saya sarankan untuk berkoordinasi ke Puskesmas Kecamatan Rajabasa. Biar bisa langsung dikirim,” tegasnya. (iwn/ais)

Komentar

Rekomendasi