oleh

Angin Barat Penyebab Abu Vulkanik GAK Menyebar

radarlampung.co,id – Petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) menyatakan, abu hitam yang menyebar di Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, dan Candipuro berasal dari letusan vulkanik gunung berapi tersebut.

Menurut Kepala Pos Pemantau GAK Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa Andi Suwardi, tebaran abu disebabkan

angin yang mengarah ke barat. ”Anginnya ke barat. Ini yang menyebabkan abu menyebar ke lingkungan warga,” kata Andi kepada radarlampung.co.id, Minggu (18/11).

Andi belum bisa memastikan apakah abu vulkanik dari GAK tersebut masih menyebar ke wilayah Kalianda. Sebab, pihaknya belum mendapat laporan mengenai masalah itu.

“Yang banyak kemarin (Sabtu, Red. Hari ini belum tahu. Kami belum dapat laporan. Kalau melihat arah anginnya, condong lemah ke utara (Rajabasa, Red),” ujarnya.

Pada bagian lain, pos pantau mencatat 202 kali letusan abu vulkanik disertai lava yang menyebar ke sekitar GAK, Sabtu (17/11).

Terkait sebaran abu vulkanik tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan dr. Jimmy B. Hutapea menginstruksikan jajaran puskesmas, khususnya di wilayah Kalianda dan Kecamatan Rajabasa untuk mengambil langkah antisipasi.

”Saya sudah perintahkan kepada jajaran puskesmas untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Jika keluar rumah, agar menggunakan masker. Ini mengantisipasi penyakit ISPA yang disebabkan abu vulkanik. Saat ini sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Lampung Selatan,” kata Jimmy. (rnd/ais)

 

Komentar

Rekomendasi