oleh

Kaget Dengar Sepi Pasien

INFORMASI minimnya pasien yang dirawat di RSUD BNH sampai ke telinga anggota Komisi V DPRD Lampung.

Anggota Komisi V Garinca Reza Pahlevi mengaku kaget dengan kondisi ini. ’’Apa? Cuma merawat dua pasien?” katanya, Minggu (18/11).

Dia menduga sepinya pasien di RSUD BNH lantaran lokasinya yang jauh dan tidak didukung akses transportasi.

’’Akses di jalannya kan jauh ke arah RSUD BNH, apalagi tidak ada transportasi umum. Daripada jalan jauh, mereka lebih memilih berobat di kota seperti di RSUDAM dan RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo. Itu yang jadi persoalan,” jelasnya.

Padahal untuk fasilitas, dia mengatakan tak ada masalah. Dari hasil tinjauan komisi V tahun lalu, tidak ada temuan terkait fasilitas yang dimiliki RSUD BNH.

Selain itu, politikus Partai NasDem ini mengungkapkan, faktor pelayanan terhadap peserta BPJS Kesehatan juga jadi penentu sebuah rumah sakit itu ramai didatangi pasien atau tidak.

Ia belum mengetahui apakah RSUD BNH sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan atau belum. Dijelaskan soal adanya pengumuman BPJS sedang dalam proses perpanjangan, dia mengatakan kemungkinan BPJS sedang melakukan verifikasi.

Awalnya, lanjut dia, pengoperasian RSUD BNH memang untuk melanjutkan pembangunan Kota Baru dengan mengambil sektor kesehatan. Maka dibuka dan dioperasikanlah sebagai runah sakit tanpa kelas.

RSUD BNH sendiri, kata dia, disiapkan untuk program pembangunan jangka panjang yang menitikberatkan Kota Baru sebagai pusat pemerintahan. Dalam hal ini, ketersediaan transportasi umum juga disiapkan apabila Kota Baru benar-benar siap untuk dijadikan sebagai pusat pemerintahan di Lampung.

’’Terkait ketersediaan transportasi umum kan motivasi awalnya pembentukan Kota Baru. Artinya semua kan pusatnya diharapkan di sana,” kata dia. RSBNH, lanjutnya, bisa ramai apabila Kota Baru terealisasi. Karena bakal ada konektivitas ketersediaan transportasi dan akses yang baik.

Nah, dia mengatakan sepinya RSUD BNH bakal menjadi bahan untuk hearing dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung dan RSUD  tersebut. Apalagi saat ini juga dalam tahap pembahasan RAPBD Lampung tahun 2019.

’’Nanti bisa jadi bahan kita untuk hearing dengan instansi terkait dan manajemen RSUD BNH. Apa yang menjadi kendala bisa kita tanyakan,” ujarnya. Menurut dia, sektor kesehatan menjadi anggaran prioritas DPRD Lampung. (nca/wdi)

 

 

 

Komentar

Rekomendasi