oleh

Mengaku BIN, Pemasok Ekstasi Dituntut 17 Tahun Penjara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jumahardi (36), warga Jl. Punawirawan I, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandarlampung dituntut 17 tahun penjara. Itu lantaran dia nekat menjadi pemasok narkoba jenis ekstasi di tempat hiburan malam Karaoke Wijaya Kesuma.

Dalam surat dakwaan, Jaksa Penutut Umum (JPU) Maranita mengatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jumahardi selama 17 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan penjara,” ucap Jaksa Maranita pada persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Bandarampung, Senin (19/11).

Diketahui perbuatan itu berawal pada Agustus 2018, saat saksi HD sedang menjaga keamanan di Karaoke Wijaya Kesuma lalu didatangi oleh CM bersama terdakwa Jumahardi yang mengaku sebagai Letkol Marinir Gusti dari Badan Intelejen Negara (BIN).

Usai didatangi, saksi HD berkenalan dengan terdakwa dan bertukar nomor handphone. Pada 18 Agustus 2018, terdakwa menghubungi saksi HD untuk mengajak bertemu di tempat karaoke tersebut. Kemudian terdakwa meminta bantuan saksi HD untuk menjual narkoba jenis ekstasi.

“Terdakwa menyerahkan 1 bungkus ekstasi yang berisikan 50 butir. Kemudian saksi HD menyerahkan ekstasi tersebut kepada saksi HI yang menjadi juru masak karaoke,” ujar JPU.

Pada 27 Agustus 2018, saksi HI menyerahkan uang sebesar Rp12,5 juta kepada saksi HD. Setelah itu, sebanyak Rp10 juta diserahkan kepada terdakwa dan sisanya sebesar Rp2,5 juta dibagi dua oleh saksi HD dan saksi CM.

Selanjutnya terdakwa kembali menyerahkan ekstasi sebanyak 100 butir kepada saksi HD, kemudian diserahkan kepada saksi HI untuk dijual. Lalu lima hari berikutnya terdakwa menghubungi saksi CM untuk menyerahkan ekstasi kembali, keduanya mengatur janji untuk bertemu di depan kantor Pajak Bandarlampung.

“Setibanya di depan kantor pajak saksi CM masuk ke dalam mobil milik terdakwa, lalu terdakwa menyuruh saksi CM mengambil ekstasi di dalam kaleng permen yang ada di dalam mobil. Selanjutnya saksi CM kembali menyerahkan kepada saksi HI untuk diedarkan,” kata Jaksa.

Malam 30 Agustus 2018 terdakwa menghubungi HD dan mengatakan akan ada operasi/razia di lokasi Karoke Wijaya Kusuma dan meminta barangnya diamankan. Kemudian saksi HD menemui saksi HI untuk mengambil barang tersebut dan dimasukkan ke dalam saku jaket miliknya.

“Anggota Pomal II/3 Lampung bersama anggota Polresta Bandarlampung melakukan razia di tempat karoke, pada saat HD hendak melarikan diri anggota melakukan penangkapan kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan 100 butir ekstasi,” ujar Jaksa.

Di tempat karoke itu anggota juga mengamankan saksi HI yang tengah tertidur, karena pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan 63 butir ekstasi dari dalam lemari dapur Karaoke Wijaya Kusuma. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi