oleh

Terlilit Hutang, Oknum Sipir Lampung Jadi Kurir Sabu 1,5 Kg

radarlampung.co.id – Peredaran narkoba melibatkan pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas) kembali terjadi. Beberapa waktu lalu, kasus peredaran narkoba melibatkan pegawai lapas di Lampung Selatan berhasil dibongkar petugas. Lalu giliran salah seorang sipir sebuah lapas di Lampung diduga jadi kurir narkoba lintas provinsi.

Kasus sipir jadi kurir narkoba ini diungkap Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuasin, Sumatera Selatan. Awalnya, petugas berhasil menangkap dua orang diduga kurir di jalan lintas timur Banyuasin.

’’Ada dua kurir sabu-sabu lintas provinsi yang kami tangkap. Salah satunya PNS atau sipir di lapas Lampung,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem dalam keterangan tertulis seperti dilansir detikcom, Jumat (23/11).

Awalnya, petugas mendapat laporan akan ada pengiriman paket sabu dari Riau ke Lampung. Informasi ini telah diperoleh Jumat (16/11).

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan di jalintim Km 42. Saat memeriksa bus antarprovinsi RAPI, petugas melihat RE (36) yang gelagatnya mencurigakan. ’’Dan ternyata ada paket sabu seberat 1,5 kilogram,” katanya.

Petugas langsung mengamankan RE. Dari hasil interogasi diketahui RE merupakan sipir sebuah lapas di Bandarlampung.

RE diduga telah terlibat beberapa kali dalam pengiriman sabu. Dia nekat jadi kurir lantaran terlilit utang akibat judi. Upah kurir inilah yang rencananya dipakai untuk bayar utang.

Polisi kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, polisi menangkap DJ (37) di Bandarlampung. Wanita ini, lanjut Yudhi, pernah menjadi narapidana dan ditahan di lapas tempat RE bekerja. DJ diduga bandar narkoba. Rencananya, sabu yang dibawa RE diedarkan di Bandarlampung oleh DJ.

’’Karena RE punya banyak utang, dia cerita kepada DJ dan ditawari jadi kurir sabu dengan upah Rp20 juta,” katanya.

Terpisah, Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Lampung Erwin Setyawan mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut.

Tetapi, pihaknya belum tahu RE sipir bertugas di lapas mana. ’’Sudah dapat informasinya, namun kami belum tahu dia bertugas di mana. Polisi juga belum memberikan konfirmasi ke kami,” katanya.

Erwin juga sudah mengirimkan kabar tersebut ke grup WhatsApp di Kemenkumham Lampung. Grup itu, terang dia, beranggotakan para Kalapas di Lampung. ’’Sudah saya share ke grup WA,” ujarnya. (dtc/nca/wdi)

 

 

Komentar

Rekomendasi