oleh

Cerita Petugas Program SPIS Polresta Bandarlampung

radarlampung.co.id- Program SPIS (serve and protect integration system) Polresta Bandarlampung yang dilaunching 17 April 2017 lalu ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dalam memerangi tindak kejahatan yang ada. Justru para penjaga SPIS kerap dikerjai sejumlah penelepon iseng.

Brikpol Ade, salah satu petugas jaga SPKT Polresta Bandarlampung mengungkapkan, sampai saat ini masih sedikit masyarakat yang mengadu tentang tindak kejahatan melalui SPIS. Pelapor tindak kejahatan lebih cenderung memilih melapor langsung ke SPKT Polsek atau Polres terdekat dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Kalau sekarang ini jarang yang telpon, kemarin satu yang telpon kemudian hari ini sama sekali belum ada yang telpon, Kalau saya lihat mereka cenderung memilih langsung ke Polsek atau Polresta, padahal jika lapor melalui telepon 08117293000 atau aplikasi SPIS kan pelaku kejahatan itu bisa segera dikejar dengan banyaknya jaringan di jalan,” kata Ade saat ditemui di ruang SPKT Polresta, Senin (26/11).

Baca :   Tekan Angka Kriminalitas, Rutinkan Razia dan Giatkan Strong Point

Sebaliknya, Ade mengaku banyak menerima penelepon yang tidak bertanggung jawab seperti hanya mempermainkan petugas. “Banyak sekali memang yang telpon aneh-aneh, seperti minta tolong kucing saya mati, terus minta kenalan sampai berbohong kalau ada kegaduhan. Setelah kita cek lokasi tidak ada apa-apa,” keluhnya. (mel/kyd)



Komentar

Rekomendasi