oleh

Takut Longsor, Tapi Tak Mau Mengungsi

radarlampung.co.id – Tujuh kepala keluarga (KK) di Kelurahan Fajarbulan, Kecamatan Waytenong, Lampung Barat yang kediamannya terancam longsor, enggan mengungsi. Sejauh ini, baru keluarga Sasmito, warga setempat yang pindah sementara.

Lurah Fajarbulan Iwan Darmawan mengatakan, tujuh kepala keluarga itu belum pindah dengan berbagai alasan. ”Sebenarnya mereka mengaku khawatir. Bahkan tidak nyenyak tidur. Apalagi pagar belakang rumah mereka ada yang sudah longsor,” kata Iwan kepada Radarlampung.co.id, Senin (26/11).

Iwan mengaku tidak henti mengimbau agar warga pindah sementara. Namun tetap saja, tujuh kepala keluarga itu memilih bertahan. ”Sekarang, sudah ada yang mulai mengemas barang-barang di bagian belakang. Tapi tetap saja mereka masih menempati rumah masing-masing,” ungkapnya.

Sebelumnya, longsor susulan terjadi sekitar pukul 21.40 WIB, Minggu (25/11). Volume longsor yang sebelumnya sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman sekitar 25 meter, kini bertambah lima meter.

Longsor menyeret pohon kelapa serta tanaman lain. Total ada tujuh rumah yang terancam. Pada longsor pertama, jalan yang menghubungkan lingkungan Mulyasari dengan Bangunsari terputus. Satu rumah juga terbawa longsor. (nop/ais)

 

Komentar

Rekomendasi