oleh

Hadapi Hoax, Tabayyun!

radarlampung.co.id – Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan berita hoax. Hal ini diungkapkan KH Ma’ruf Amin dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Modern NU Talangpadang, Tanggamus, Selasa (27/11).

Menurut Ma’ruf Amin, ada beberapa cara menangkal berita hoax. Mulai dari edukasi publik untuk tidak menggunakan hoax dalam memengaruhi orang. Kemudian, jangan jadi kelompok yang terpengaruh oleh hoax.

”Karena itu, harus tabayyun. Klarifikasi, cek dan ricek terhadap berita yang diterima. Kemudian harus ada tindakan terhadap penyebar hoax. Jangan sampai, hoax menyebabkan konflik antarmasyarakat sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Ma’ruf juga mengaku pernah menjadi korban hoax. Ini terjadi saat dirinya berjoget usai pengambilan nomor urut (calon presien dan wakil presiden). Kemudian mencium pipi seorang perempuan.

“Saya juga difitnah. Joget saat pengambilan nomor urut. Padahal tidak. Trus, cipika cipiki sama perempuan. Padahal, pas saya liat videonya. Aslinya itu sama istri saya. Saya juga dibilang sakit keras pakai kursi roda. Padahal itu tidak benar,” urainya.

Sementara pengasuh Ponpes Modern NU KH A. Wahid Zamas mengatakan, tidak ada unsur kampanye dari kedatangan Ma’ruf Amin. Ia hadir untuk bersilaturahmi dengan para kyai dan santri.

”Memang, kebetuan ia dipilih untuk mendampingi pak Jokowi yang menjadi capres. Beliau (Ma’ruf Amin, Red) mengerti aturan bahwa dilingkungan ponpes tidak boleh kampanye,” tegas Wahid Zamas. (ral/ais)

 

 

 

Komentar

Rekomendasi