oleh

Empat Kelompok Sumbang Inflasi Bandarlampung

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat, Kota Bandarlampung mengalami Inflasi 0,25 persen di bulan November 2018. Penyebabnya, kenaikan indek harga konsumen (IHK) dari 134,39 pada Oktober 2018, menjadi 134,73 di November.

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum memaparkan, ada empat kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi di Bandarlampung. Yakni, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,94 persen. “Kelompok ini mengalami inflasi tertinggi pada November 2018,” kata Yeane saat rilis data di kantornya, Senin (3/12).

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,41 persen. Lalu kelompok kesehatan 0,43 persen, dan terakhir kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,22 persen.

Kenaikan inflasi Kota Bandarlampung bulan November 2018 menduduki peringkat ke-52 dari 82 Kota yang diamati perkembangan harganya oleh BPS. Sebanyak 70 kota mengalami inflasi, sisanya 12 kota mengalami deflasi.

Menurut Yeane, Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,05 persen, dan terendah terjadi di Balikpapan sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 0,64 persen dan terendah terjadi di Pangkal Pinang serta Pematang Siantar masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Pada November 2018, berdasarkan perhitungan inflasi tahun kalender (point to point), inflasi Kota Bandarlampung sebesar 2,60 persen. Sedang inflasi year on year (yoy) sebesar 3,08 persen,” tandasnya. (ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi