oleh

Jaksa Pertanyakan Status Saksi Meringankan Muchlis Adjie

radarlampung.co.id – Dua saksi meringankan dihadirkan mantan Kalapas Kelas IIB Kalianda Muchlis Adjie, terdakwa kasus penyelundupan narkoba di Lembaga Pemasyarakat setempat saat sidang lanjutan di PN Tanjungkarang, Senin (2/12).

Kedua saksi yang dihadirkan tersebut merupakan sipir Lapas Kalianda yakni, Ari Yunarta dan Edi Suprianto. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Kurniawan mempertanyakan keterangan yang diberikan kedua saksi yang dihadirkan oleh Penasehat hukum (PH) terdakwa, Firmauli Silalahi.

Menurut Jaksa Andri, kedua saksi tidak melihat langsung terjadinya peristiwa saat Rechal Oksa memasukan narkoba ke Lapas tersebut. “Kedua saksi ini tidak melihat secara langsung peristiwa itu. Mereka ini hanya mendapatkan kabar dari orang-orang saja,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam persidangan kedua saksi lebih banyak menyudutkan dan menyinggung KPLP Lapas Kalianda, Sutarjo. “Nah, maka itu tadi saya tanyakan kepada kedua saksi, apakah mereka datang kesini atas inisiatif sendiri atau juga tugas kantor,” jelasnya.

Terpisah, PH terdakwa Firmauli Silalahi mengatakan, dua saksi yang dihadirkan kali ini untuk menyangga keterangan yang dianggap sedikit pincang pada persidangan sebelumnya.

“Selama ini dalam keterangan saksi maupun saksi yang lain bahwa KPLP tidak tahu Kapalas cuti saat peristiwa. Sementara dia (KPLP) memberitahukan ke pegawai bahwa Kalapas cuti, jadi mana yang janggal,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, ada keterangan yang kurang dipahami antara Kalapas dan KPLP terkait perlakuan istimewa terhadap Marzuli. “Penjelasan KPLP waktu itu tidak pernah bergaul dengan Marzuli. Jadi permasalahan itu yang kami luruskan agar bisa meringankan (hukuman terdakwa),” tandasnya. (ang/kyd)

Komentar

Rekomendasi