oleh

Keterangan Pembunuh Paman dan Keponakan Berubah-ubah

radarlampung.co.id – Penyidik Polres Lampung Timur masih memperdalam penyidikan kasus keributan di Desa Muaragading Mas, Labuhanmaringgai, Sabtu (1/12). Dua korban tewas, yakni Alfahir (56) dan keponakannya Lukman (17).  Tersangka dalam kasus ini adalah Sa (25) yang merupakan kerabat korban.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro melalui Kasatreskrim AKP Sandy Galih menjelaskan, pihaknya masih memeriksa Sa. Ia mengaku menyerang dengan senjata tajam hingga dua kerabatnya tewas.

Namun Sa enggan menjelaskan pemicu keributan tersebut. ”Keterangan tersangka masih berubah-ubah. Karena itu perlu penyidikan lebih lanjut,” kata Sandy, Senin (3/12).

Dilanjutkan, dugaan sementara, kejadian itu dipicu permasalahan keluarga. Sebab, antara korban dan tersangka masih ada hubungan darah.

Karena itu, selain dari tersangka, tim penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi. Itu termasuk, Said Husain (53) dan anaknya M. Yordan (19) yang mengalami luka. ”Saat ini, korban yang luka masih dalam suasana berkabung. Karena itu, yang bersangkutan belum dapat dimintai keterangan,” tegasnya.

Terpisah, anggota Polsek Labuhanmaringgai menemukan barang bukti golok yang digunakan tersangka untuk menyerang kerabatnya, Senin siang. Senjata tersebut langsung dilimpahkan ke Polres Lamtim. Lainnya adalah batu yang digunakan untuk melukai Said Husain dan M. Yordan.

Diketahui, masalah keluarga diduga menjadi pemicu keributan di Desa Muaragading Mas. Dua korban tewas. Mereka adalah Alfahir dan Lukman. Lainnya mengalami luka-luka. Yakni Said Husain dan anaknya M. Yordan.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro mengatakan, pembunuhan dipicu pertengkaran antara SA dengan Alfahir dan Lukman, sekitar pukul 09.00 WIB, sbtu (1/12). Penyebabnya diduga persoalan keluarga.

Namun ayah SA datang dan melerai keributan. Sekitar pukul 15.15 WIB, kedua korban yang merupakan paman dan keponakan kembali bertemu dengan SA. ”Perkelahian terjadi di belakang rumah tersangka yang bersebelahan dengan rumah korban,” kata Taufan.

Saat itu SA menyerang Alfahir dan Lukman dengan senjata tajam. Akibatnya dua korban yang masih satu keluarga dengan SA ini tersungkur. Mereka tewas dengan luka bacok di kepala dan dada.

Mengetahui peristiwa tersebut. Husain dan anaknya M. Yordan datang. Namun keduanya tidak luput dari serangan senjata tajam. Mereka mengalami luka-luka. (wid/ais)

 

 

Komentar

Rekomendasi