oleh

Lumayan, Pasang Stiker Caleg, Dapat Rp100 Ribu

radarlampung.co.id – Pencopotan stiker-stiker calon anggota legislatif (caleg) dan calon presiden di kaca angkutan kota (angkot) mendapat tanggapan dari pengemudi, Senin (3/12). Mereka mengaku mendapatkan imbalan dari pemasangan stiker tersebut.

Seperti disampaikan Hasan Basri (61), salah seorang pengemudi. Ia mengaku dijanjikan uang untuk pemasangan stiker caleg selama tiga bulan. ”Pertama pasang, janjinya dapat Rp100 ribu. Kalau tiga bulan, nanti ditambah lagi Rp100 ribu. Tapi ini sudah satu bulan lebih nggak ada. Ya, nggak apa-apalah dicopot,” kata Hasan kepada Radarlampung.co.id di Terminal Induk Rajabasa.

Sementara Fei, sopir angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa mengatakan, setelah dicopot, bakal ada stiker lain yang aan ditempel.

Ia mengaku ada yang mendatanginya dan meminta pemasangan capres Joko Widodo. meint apemasangan stker capres Joowi selama sepuluh hari menjelang Maulid Nabi Muhammad SWA. Ia mendapatkan uang Rp70 ribu per pemasangan.

”Ya, kalau kami nggak apa-apa. Ini juga (stiker jokowi) janjinya 10 hari saja. Dengan uang Rp70 ribu ya, kalau saya nggak lupa. Paling, besok ada lagi caleg yang pasang,” sebut dia.

Sebelumnya, tim gabungan Bawaslu, Dinas Perhubungan dan Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung menertibkan stiker-stiker calon anggota legislatif (caleg) dan calon presiden yang tertempel di kaca angkutan kota (angkot), Senin (3/12).

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menertibkan angkot yang sudah ditempel stiker caleg atau capres. Padahal jelas, hal ini tidak diperbolehkan.

“Boleh ada stiker, tapi di kendaraan pribadi. Angkot kan, kendaraan umum. Tidak boleh. Walaupun pemilih angkot tersebut adalah caleg,” tegas Candrawansah. (rma/ais)

 

Komentar

Rekomendasi