oleh

NTP Lampung Anjlok 1,11 Persen

radarlampung.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum mengungkapkan, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung per November 2018 tercatat sebesar 105,33 atau anjlok 1,11 persen dibanding bulan sebelumnya.

Secara rinci dipaparkan, penurunan harga beli hasil pertanian tanaman pangan merupakan yang tertinggi dengan nilai 119,18. Disusul tanaman hortikultura (93,81), perkebunan rakyat (93,44), peternakan (113,59), perikanan tangkap (117,29), dan NTP perikanan budidaya (95,88).

Menurut dia, pihaknya mencatat ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti, ubi kayu atau ketela, cabai merah, cabai rawit, karet, kakao, kelapa sawit, kelapa, ternak besar, ternak kecil, dan unggas. “Sedang beberapa komuditi yang mengalami kenaikan harga ada pada subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya,” tambahnya.

Yenae memaparkan, 17 dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya mengalami kenaikan NTP. Sedangkan 16 provinsi lainya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di provinsi Sulawesi Barat dengan peningkatan sebesar 1,74 persen. Sementara penurunan NTP terbesar terjadi di provinsi Riau sebesar 1,92 persen.

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Dari NTP dapat pula diketahui daya tukar (terms of trade) produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Garis besarnya, semakin tinggi NTP maka secara relatif semakin kuat tingkat kemampuan atau daya beli petani. (ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi