oleh

Unila Dukung Pengurangan Jumlah SKS

radarlampung.co.id – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) berencana mengurangi jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) pada jenjang Sarjana dan Diploma. Wacana tersebut disambut baik Universitas Lampung (Unila).

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. H. Bujang Rahman menilai, sudah saatnya Kemenristek Dikti mengkajinya secara mendalam. Karena, saat ini muatan kurikulum terbilang cukup padat dan beban mahasiswa jadi sangat tinggi, serta orientasinya hanya hard skill.

Menurutnya, di era revolusi industri 4.0 ini justru soft skill sangat diperlukan bagi lulusan perguruan tinggi. “Karena itu, perlu dicari bagaimana mahasiswa diberi waktu yang cukup untuk mengembangkan soft skill, sehingga beban SKS itu perlu ditinjau ulang,” katanya saat diwawancara di ruangannya, Senin (3/12).

Bujang menambahkan, hampir seluruh kegiatan soft skill dilakukan di luar kurikulum melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. “Jadi bila beban SKS-nya tinggi, secara otomatis mereka (mahasiswa) tidak punya waktu yang cukup untuk mengembangkan soft skill,” imbuhnya.

Saat ini, Kemenristek Dikti tengah berusaha meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi, salah satunya dengan pengurangan SKS. Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir menyatakan, jumlah 144 SKS pada jenjang sarjana dan 120 SKS untuk diploma terlalu banyak.

Selain memberatkan mahasiswa, hal tersebut juga membebani jam mengajar dosen. Dosen kerap keteteran dalam membagi waktu untuk menjalankan fungsi pendidik dan peneliti. Kendati demikian, Nasir belum memastikan pengurangan SKS tersebut akan mulai diterapkan kapan. (apr/kyd)

Komentar

Rekomendasi