Pemilu 2019 Diduga Mobilisasi ASN, Kadisdik Beralasan Bangga Sambut Presiden

Diduga Mobilisasi ASN, Kadisdik Beralasan Bangga Sambut Presiden

Bawaslu Bandarlampung memanggil Kadisdik Bandarlampung Daniel Marsudi dalam melanjutkan laporan soal pengakomodiran ASN dalam Kampanye Jokowi Sabtu (24/11) di Kantor Bawaslu Bandarlampung Rabu (5/12). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bandarlampung Daniel Marsudi memenuhi panggilan Bawaslu Bandarlampung dalam melanjutkan laporan mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) dan anak-anak dalam kampanye capres 01 Jokowi di Tugu Adipura Bandarlampung pada Sabtu (24/11) lalu.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan, dalam klarifikasi yang didengarkan langsung oleh Anggota Bawaslu dalam ruang klarifikasi di Kantor Bawaslu Bandarlampung menyebut, Daniel Marsudi mengakui menyebar arahan dalam menyambut kedatangan Jokowi melalui pesan Whatsapp.

“Jadi hasil klarifikasi dia mengetahui adanya arahan di grup Whatsapp, alasannya karena dia tidak mengetahui bahwa itu kegiatan kampanye capres-cawapres. Sehingga kenapa tidak karena presiden bisa datang,” ujar Candra saat diwawancarai di kantornya Rabu (5/12).

Soal banyaknya sekolah tingkat menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) yang diliburkan belum diketahui. Menurut Candra, Daniel hanya menjawab tidak ada instruksi meliburkan sekolah. Namun memang ada beberapa sekolah yang masa belajar 6 hari dan 5 hari di Bandarlampung.

Candra juga menyebut ada beberapa ASN yang diistruksikannya datang ke Tugu Adipura. “Ada beberapa ASN yang dia istruksikan karena kedatangan presiden, bukan capres. (Kedatangan) ini inisiatif diri dia sendiri katanya,” jelas Candra.

Dengan jawaban ini, Candra menyebut akan mendalami lebih lanjut kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan terlapor dan pelapor. Namun Bawaslu Bandarlampung masih menunggu penjelasan Sekkot Bandarlampung Badri Tamam dan Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. yang turut dilaporkan. Sayangnya, Sekkot Bandarlampung Badri Tamam tidak hadir dalam klarifikasi ini.

Kalau diwawancarai, Daniel Marsudi justru menjelaskan tidak ada pergerakan dari Disdik Bandarlampung. Namun Daniel mengaku hadir dalam kegiatan di Tugu Adipura Sabtu (24/11) karena tak mengetahui kegiatan berupa kampanye.

“Tidak ada pergerakan dari disdik, namun saya secara pribadi hadir karena saya tidak tahu kampanye atau tidak. Saya melihatnya Jokowi sebagai presiden. Soal instruksi grup Whatsapp itu tidak ada dari disdik. Kalau orang menginstruksikan, mungkin itu orang lain. Kalau saya pribadi hadir karena (ada) presiden makanya hadir di acara itu,” jelas Daniel.

Dia juga mengatakan ada ASN lain yang hadir. Karena saat di Tugu Adipura Daniel didatangi dan disalami beberapa orang. Menurut Daniel orang-orang tersebut guru.

Namun, Daniel menyayangkan informasi seputar kedatangan Jokowi sebagai capres. Sebab dirinya hanya mengetahui acara tersebut Jokowi sebagai Presiden.

“Intinya harus ada sosialisasi kapan kampanye dan kapan dia presiden, supaya bisa membedakan. Saya sebagai warga negara ada kebanggan Presiden datang. Begitupun semua orang, contohnya di Lamteng Jokowi bagi sertifikat, di Graha Wangsa dia membahas program sebagai Presiden. Saya tidak mengetahui kampanye,” jelasnya. (rma/sur) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini