oleh

Perkuat Pengawasan, BBPOM Bersama Empat Perguruan Tinggi Jalin MoU

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tantangan pengawasan obat dan makanan kian hari makin beragam. Hal itu seiring berkembangnya teknologi informasi dan jalur distribusi pasar yang melebar akibat perdagangan bebas.

Potensi kejahatan kemanusiaan di bidang obat dan makanan sangat rentan terjadi, terlebih di Indonesia yang cakupan wilayahnya sangat luas.

Melihat hal ini diperlukan sebuah sinergi dan kolaborasi dari semua pihak untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia, tak terkecuali perguruan tinggi. Oleh karena itu, Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung bersama empat perguruan tinggi yang ada di Lampung berkomitmen meningkatkan pengawasan obat dan makanan.

Komitmen itu dikukuhkan dalam sebuah nota perjanjian (Memorandum of Understanding) yang dilakukan BBPOM dengan empat perguruan tinggi. Yakni, Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Tulang Bawang (TUB) Lampung, dan Universitas Mitra (Umitra) Lampung.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Kepala BBPOM Bandarlampung Dra. Syamsuliani, Apt, M.M., dan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin, M.P., Rektor Itera Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc., Rektor UTB Lampung Dr. Agus Mardihartono, M.M., dan Wakil Rektor III Universitas Mitra Indonesia Lampung Armen Patria, S.Kp., M.M., M.Kes. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Pertanian, Rabu (5/12/2018).

Nota kesepahaman bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan sinergi pengawasan obat dan makanan di seluruh wilayah Lampung, yang pada akhirnya akan meningkatkan efektivitas sesuai fungsi dan kewenangan masing masing lembaga.

Selain itu, kata Syamsuliani, kerja sama ini didasari kesadaran bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian utama.

“Kami tidak akan bisa bekerja sendiri. Sebab globalisasi, penyelundupan produk ilegal, koordinasi lintas satker, dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan yang sangat besar bagi BBPOM. Untuk itu kami harus mengembangkan kerja sama,” ujarnya.

Sementara Hasriadi menyampaikan, di era industri 4.0 ini semua pihak harus bekerja sama membangun sumber daya manusia. Terutama di bidang pengawasan obat dan makanan. Unila dengan berbagai prodi yang bergerak di bidang kesehatan juga akan membangun gedung pusat riset yang rencananya dibangun awal 2020 mendatang. “Ini latar belakang kita membangun kerja sama supaya dapat meningkatkan kompetensi dan inovasi-inovasi yang berhubungan dengan obat dan makanan,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri perwakilan mahasiswa Unila, Itera, UTB, dan Umitra Lampung. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi