oleh

MPR-RI Gandeng JSIT Adakan Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI

RADARLAMPUNG.CO.ID – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bekerjasama dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) mengadakan sosialisasi empat pilar MPR RI.

Kegiatan berlangsung Kamis (6/12), di Gor Podomoro, Candimas, Natar, Lampung Selatan. Kegiatan tersebut mengambil tema pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Ketua JSIT Provinsi Lampung Zulkarnain HK,S.Ag menyampaikan, kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 300 guru sekolah umum dan islam terpadu se-Lampung yang bertujuan untuk memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada guru. Terutama dalam mewujudkan visi JSIT. Yakni menjadi pusat penggerak dan pemberdaya Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu.

Hadir lima narasumber, yakni H. Hardisoesilo (Anggota MPR DPR RI fraksi Partai Golkar), H. Muzamil Yusuf (Anggota MPR DPR RI Fraksi PKS), H. M. Toha (Anggota MPR DPR RI Fraksi PKB), serta Hj. Laila Istiana DS (Anggota MPR DPR RI Fraksi PAN) dan Eni Sumarni (Kelompok DPD RI).

Dalam sambutannya, Al Muzzammil Yusuf menyampaikan, sosialisasi empat pilar MPR RI yang diadakan di seluruh Indonesia ini dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa. Serta upaya mencerdaskan anak bangsa.

Sementara Hardisoesilo menyampaikan kepada peserta bahwa peserta mendapatkan tas berlogo MPR DPR-RI berisikan beberapa buku yang memuat tentang latar belakang pemikiran dari empat pilar kebangsaan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan lainnya.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai kontutusi negara serta ketetapan MPR NKRI, juga sebagai bentuk negara Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara,” ucapnya

Ia pun menceritakan tentang lahirnya pancasila. Di mana, pancasila lahir berkaitan dengan semangat bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI. “Salah satu wujud semangat kebangsaan yakni dengan mengingat hari kebangkitan bangsa, sumpah pemuda, dan lainnya,” ajaknya. (gie/sur)

Komentar

Rekomendasi