oleh

Kelola Migas, 30 Kontrak Gross Split Telah Ditandatangani

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejak tahun 2017, pemerintah memberlakukan kontrak bagi hasil gross split, yang merupakan suatu bentuk kontrak bagi hasil dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan prinsip pembagian gross produksi tanpa mekanisme pengembalian biaya operasi. Awalnya, yang berlaku adalah kontrak bagi hasil cost recovery.

Direktur Pembinaan Program Migas Soerjaningsih mengatakan, pertimbangan pemerintah mengganti kontrak bagi hasil cost recovery adalah karena banyaknya distorsi pada sistem ini, terutama dari segi proses yang banyak memakan waktu.

Skema gross split memiliki tiga prinsip utama, yaitu certainty, simplicity, dan efficiency. Prinsip certainty memberikan parameter insentif jelas dan terukur sesuai dengan karakter atau tingkat kesulitan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi.

“Sementara prinsip simplicity, mendorong bisnis proses Kontraktor Hulu Migas (K3S) dan SKK Migas menjadi lebih sederhana dan akuntabel sehingga sistem pengadaan (procurement) yang birokratis dan perdebatan yang terjadi selama ini menjadi berkurang,” jelas Soerjaningsih usai kegiatan kegiatan Migas Goes To Campus (MGTC) yang diselenggarakan di Universitas Lampung, Jumat (7/12)

Adapun prinsip efficiency, mendorong para kontraktor migas dan industri penunjang migas untuk lebih efisien sehingga lebih mampu menghadapi gejolak harga minyak dari waktu ke waktu.

Kontrak bagi hasil gross split mendapat sambutan baik dari investor. Hingga saat ini, sebanyak 30 kontrak kerja sama gross split telah ditandatangani. Pada lelang sebelumnya yaitu tahun 2015-2016 dengan menggunakan bagi hasil cost recovery, tidak ada wilayah kerja (WK) yang laku.

Migas Goes to Campus merupakan agenda rutin Ditjen Migas KESDM sejak tahun 2015 dan telah diselenggarakan di berbagai universitas seperti Universitas Gajah Mada dan Universitas Indonesia. MGTC diharapkan dapat menjadi jembatan pemerintah dengan civitas akademisi untuk menentukan kebijakan yang baik dan adil dalam pengelolaan migas Indonesia. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi